LHOKSEUMAWE – Muzakir Budiman, S.T., M.B.A., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Mekanikal Elektrikal Indonesia (DPD AKMI) Wilayah Aceh periode 2019-2023. Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) I DPD AKMI Aceh yang digelar di Lhokseumawe, Sabtu, 15 Desember 2018.
Muzakir Budiman dalam sambutannya mengatakan, tujuan AKMI hadir di Aceh khususnya untuk bisa memberi akses yang mudah kepada para pelaku usaha jasa konstruksi dalam pengurusan-pengurusan kelengkapan dokumen perusahaan SBU untuk pekerjaan tertentu. Terutama pekerjaan di lingkungan PLN yang selama ini hanya asosiasi tertentu memiliki akses ke sana.
“Alhamdulillah, keberadaan AKMI di Aceh sudah ada dalam daftar PLN wilayah, dan beberapa kali kita menghadiri rapat dan seminar atas undangan PLN wilayah,” ujar Muzakir.
Muzakir menyatakan, ia akan menjalankan tugasnya sesuai amanah AD/ART AKMI untuk menghimpun perusahaan-perusahaan jasa pelaksana konstruksi dalam satu wadah ini. Membina dan mengembangkan kemampuan usaha jasa konstruksi yang kukuh dan tertib hukum, serta menimbulkan usaha sehat dalam pembangunan nasional yang sejahtera.
“Mewujudkan kemampuan usaha jasa pelaksana konstruksi untuk menjadi pengusaha yang mempunyai kemampuan teknis dan manajemen yang andal, sehingga memiliki daya saing yang kuat, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional,” kata Muzakir.
Selain itu, kata Muzakir, menjunjung tinggi etika bisnis dengan membuka iklim transparansi dan jalur informasi seluas-luasnya, baik di dalam maupun luar negeri guna menunjang kemajuan usaha jasa pelaksana konstruksi. “Memberi penyuluhan, bantuan dan perlindungan hukum serta memperjuangkan hak dan kepentingan anggota. Membina para anggota agar memiliki moralitas yang baik, profesional, dan dapat dipercaya, dan dalam menjalankan profesi usahanya menaati kode etik organisasi,” ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan DPD AKMI Wilayah Aceh, Dr. Ibrahim Qamarius, saat membuka musda perdana itu mengajak seluruh peserta untuk terus bersinergi dan membangun organisasi yang masih baru ini. Sehingga anggota asosiasi ini diharapkan menjadi pengusaha berkemampuan teknis, manajemen yang andal dan memiliki daya saing kuat dalam menghadapi era industri 4.0.
“Untuk itu dibutuhkan kekompakan dan energi yang ekstra untuk membangun organisasi ini sehingga mampu menjadi organisasi terdepan dalam membina perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang mekanikal elektrikal. Kehadiran AKMI ini diharapkan tidak menjadi rival bagi organisasi lain yang telah ada sebelumnya, tetapi menjadi penguat dan bisa saling bersinergi,” kata Ibrahim.
Ketua Panitia Musda I DPD AKMI Aceh, Arman, mengatakan acara pembukaan musda itu dihadiri perwakilan DPD sementara, Dewan Pertimbangan Daerah Propinsi, delegasi AKMI kabupaten/kota se-Aceh, pejabat pemerintah, utusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan organisasi lainnya.[](rel)



