BerandaNewsBegini Nasib Nelayan Aceh yang Terdampar di Thailand

Begini Nasib Nelayan Aceh yang Terdampar di Thailand

Populer

BANDA ACEH – Empat nelayan asal Aceh yang terdampar di Thailand beberapa waktu lalu akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Mereka dijadwalkan tiba di tanah air pada Kamis, 30 Agustus 2018. Mereka terdampar akibat kapal yang digunakan dihantam ombak besar dan diterjang badai.

Proses pemulangan ini, disampaikan Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek kepada JawaPos.com di Banda Aceh, Selasa (28/8). Ia mengatakan, keempat anak buah
 kapal (ABK) KM Nelayan itu kini masih berada di Thailand.
“Saat ini kita sedang menjajaki untuk pemulangan, dengan jadwal ketibaan di Medan pada 30 Agustus ini,” kata Miftach.

Proses pemulangan keempat warga Aceh ini, menggunakan pesawat atau maskapai penerbangan. Sebelumnya, pihak Angkatan Laut Thailand sudah menanyakan terkait kondisi kapal yang digunakan nelayan ketika berlayar ketika itu. Hasilnya tidak memungkinkan kembali lewat jalur laut.

“Dari Angkatan Laut Thailand menyampaikan bahwa, dengan ukuran kapal tersebut, apabila berlayar ke Aceh akan berbahaya. Selain juga kondisi kapal yang saat ini masih rusak,” tambahnya.

Miftach menambahkan, berdasarkan hasil pembicaraan terakhir dengan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand, pemulangan empat nelayan Aceh ini harus melalui Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ini merupakan saran dan masukan dari pihak terkait di Thailand.

“Karena pihak imigrasi Thailand mengarahkan untuk penerbangan melalui Bangkok ke Indonesia. Dari Bangkok tidak ada (pesawat, red) yang langsung ke Banda Aceh hanya ke Medan yang ada,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal nelayan asal Aceh bernama KM Nelayan bersama empat orang krunya terdampar hingga ke kawasan Thailand. Sebelumnya, nelayan ini diketahui berangkat dari Pelabuahan Lampulo, Banda Aceh, Selasa (14/8) sekira pukul 14.00 WIB.

Keempat ABK kapal ini masing-masing Arifin, asal Gampong Desa Maju Simeulu Timur; Muhammad, asal Gampong Pulo Bungong Batee, Pidie; Dedi Surianto dan Dendi R, keduanya asal Kabupaten Aceh Barat Daya. Arifin diketahui sebagai nahkoda kapal.

Sumber: Jawapos

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya