PEUREULAK- Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky meninjau lokasi jalan yang longsor di kawasan Teumpheun, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Senin, 7 Maret 2016. Ia juga menyayangkan Dinas Bina Marga Provinsi Aceh yang dinilai tidak serius menangani jalan di kawasan Buket Mancang, padahal ada dana perawatan infrastruktur publik itu.
Iskandar ditemani warga melihat badan jalan yang ambruk di sebelah anak sungai, persis di sisi jembatan Theumpeun. Anggota DPRA dari Dapil Aceh Timur ini berjanji segera menyampaikan hasil temuannya di lapangan kepada Dinas Bina Marga Aceh agar segera ditangani.
Ini kondisinya sangat parah. Hampir separuh lebih badan jalan sudah amblas, ujar politisi Partai Aceh ini melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis, 10 Maret 2016.
Menurut Iskandar, sebelumnya melalui salah seorang pegawai Dinas Bina Marga Aceh, pihaknya sudah menyampaikan agar oprit (timbunan jalan pendekat jembatan) di Teumpheun harus segera ditangani dengan baik.
Politisi muda ini sebelumnya juga sudah minta Pemerintah Aceh mengaspal jalan di depan pertokoan kawasan Kampung Beusa. Alhamdulillah, jalan sudah diaspal. Sekarang bagaimana longsor di depan jembatan Teumpheun ini harus ditangani, ujar Iskandar.
Iskandar selaku perwakilan masyarakat yang duduk di parlemen Aceh mengaku kerap menerima laporan bahwa jalan di depan jembatan Teumpheun yang menghubungkan Peureulak-Lokop selalu longsor akibat penanganan pembangunan yang tidak baik.
Saya dapat laporan memang sebelumnya pernah ditimbun oleh perusahaan eksplorasi migas di sana, tapi longsor lagi. Ini juga saya temukan ada beton yang masih baru dan longsor lagi, ucap Iskandar.
Iskandar menegaskan, Dinas Bina Marga Aceh juga harus menyelesaikan jalan provinsi di kawasan Buket Mancang, Kecamatan Ranto Peureulak. Pasalnya, tanah perbukitan yang menjorok ke badan jalan membuat pengendara tidak bisa melihat saat ada pengendara lain dari arah berlawanan.
Ini juga harus segera ditangani. Saya akan sampaikan secara resmi kepada dinas nantinya. Sudah banyak jatuh korban. Dana perawatan jalan ada, namun kenapa ini tidak ditangani dengan serius. Jalan juga banyak berlubang-lubang. Dinas harus turun ke lapangan jangan hanya usul dana perawatan saja, pungkas Iskandar.[] (rel/idg)



