LHOKSEUMAWE – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Universitas Malikussaleh hari pertama, Minggu, 5 Juli 2020, berjalan lancar.

Kegiatan UTBK tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Peserta harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, pengukuran suhu badan, dan cuci tangan sebelum masuk dalam ruangan.

Dari 490 peserta UTBK hari pertama, 41 orang tidak hadir tanpa pemberitahuan. Namun, ada juga peserta belum mencetak ulang kartu tanda peserta sehingga namanya tidak tercantum dalam daftar peserta.

Menanggapi kasus seperti ini, Koordinator Pelaksana UTBK-SBMPTN Unimal, Teuku Kemal Fasya, mengingatkan peserta segera melaporkan ke panitia agar bisa mengikuti UTBK pada sesi berikutnya. 

Ujian sesi pertama pukul 09:00 WIB sempat terlambat sekitar satu jam karena masalah koneksi komputer dengan server pusat. “Tapi durasi ujian bagi peserta tidak terkurangi,” kata Kemal Fasya.

Rektor Universitas Malikussaleh, Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., ketika meninjau sejumlah lokasi UTBK mengatakan peserta dari luar Aceh akan diminta surat kesehatan (rapid test). Hal itu dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih pandemi. 

“Jumlah peserta dari luar daerah yang memilih mengikuti UTBK 46 orang. Sebanyak 36 orang di antaranya sudah terlebih dulu berada di sini untuk karantina mandiri, sedangkan 10 orang lagi belum ada informasi keberadaan mereka. Karena itu, jika mereka baru tiba di Lhokseumawe dan langsung mengikuti UTBK, akan dilakukan rapid test,” ujar Herman Fithra.

Teuku Kemal Fasya menambahkan, pelaksanaan UTBK tersebut akan berlangsung lima hari (5-9 Juli 2020). Dalam satu hari digelar dua sesi di 14 ruang laboratorium komputer yang ada. Setiap sesi akan dilakukan penyemprotan disinfektan di dalam ruangan, termasuk keyboard komputer.

“Calon mahasiswa yang suhu tubuhnya mencapai 38 derajat, dilarang mengikuti UTBK. Namun untuk hari ini semuannya normal. Selain penyemprotan disinfektan, juga disediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan sanitizer di luar ruangan,” kata Kemal.

Menurut Kemal, peserta yang mengikuti UTBK-SBMPTN di Unimal untuk tahun ini sebanyak 2.261 orang terbagi dalam 32 program studi (prodi) terdiri dari 18 prodi di saintek, dan 14 prodi sosial humaniora termasuk satu prodi baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu kewirausahaan.

Pelaksanaan UTBK diadakan di dua lokasi, yakni di Kampus Bukit di Kecamatan Muara Satu, dan Kampus Fakultas Kedokteran di Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Ujian diadakan dua kali dalam satu hari, pukul 09.00 – 11.15 WIB, dan sesi kedua pukul 14.00-16.15 WIB.

Di Kampus Bukit Indah disediakan 13 ruangan untuk ujian yakni empat ruang di Laboratorium Teknik Informatika, dua ruang di Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta masing-masing satu ruang di Laboratorium Teknik Elektro, Laboratorium Teknik Sipil, Laboratorium Teknik Industri, Laboratorium UPT Puskom, dan Laboratorium Fakultas Hukum.

“Kepada peserta diharapkan sudah berada di kampus paling telat 15 menit sebelum jadwal dimulai harus tiba di lokasi, karena petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, dan kelengkapan lain dari peserta. Sebab jika terlambat peserta tak bisa mengikuti ujian, karena pengisian token harus dilakukan bersamaan semua peserta,” sebut Teuku Kemal Fasya.[](rilis)