Karya: Taufik Sentana*

1.
Kita pernah melewati jarak dan waktu
secara bersama, lalu berjumpa dalam tatapan yang dirahasiakan.

2. Saat kita berjauhan, sebenarnya perasaan kita bersisian:  Tersimpan rapi di keistimewaan hati.

3. Sahabat terkasih,
di dalam diri kita terkandung ragam unsur alam. Langit, bintang dan laut. Atau Atau bulan, angin, pohon, hujan dan kicau burung. Maka biarkan mereka menangkap rindu kita atau melepaskan rindu itu  menjadi gelombang semesta.

4. Cinta telah datang dengan hasrat dan selendangnya yang indah. Kejauhan kita hanyalah bagai 'pertemuan' kedua dan perjamuan bagi jiwa. Sebab, cintalah yang memengaruhi jarak dan waktu.

5. (Lelaki itu membiarkan rindunya tersulam oleh kerelaan yang dalam. Sebab keyakinannya terpaut pada Si Penuntun Hidup. Esok, ia akan melihat pagi yang membuka kelopak penantiannya).[]

*dalam catatan tahun 2000
*Peminat prosa dan kajian sastra