LHOKSEUMAWE – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Aceh, Tgk. Amri M. Ali, mengatakan, tugas anggota dewan bukan hanya memikirkan dana aspirasi. Akan tetapi, dewan berkewajiban membahas rancangan qanun, dan mengawasi kinerja pemerintah.

Tgk. Amri menyampaikan itu menyikapi fenomena selama ini bahwa sebagian kalangan berambisi menjadi calon anggota legislatif (caleg) lantaran tergiur dengan dana aspirasi dewan. Sehingga, kata Tgk. Amri, banyak orang (kader parpol) yang belum resmi menjadi caleg, tapi sudah mengumbar janji akan memberikan dana aspirasi kepada masyarakat jika nantinya terpilih menjadi anggota dewan.

“Itu pembodohan politik kepada rakyat,” ujar Tgk. Amri saat berpidato pada acara pelantikan Pengurus Harian DPC PPP Aceh Utara masa bakti 2017-2022, dan pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) VI, di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Selasa, 30 Januari 2018.

Menurut Tgk. Amri, untuk memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengatasi berbagai permasalahan lainnya, termasuk persoalan LGBT, itu semua harus menggunakan regulasi, bukan dengan dana aspirasi.   

Bek lale ngon peng griek, lale ngon aspirasi (jangan lalai dengan uang recehan, lalai dengan dana aspirasi). Tugas anggota dewan bukan hanya memikirkan aspirasi, tapi memikirkan regulasi, (atau) melahirkan qanun, dan mengawasi pemerintah apa yang sudah dan sedang dikerjakan,” ujar Tgk. Amri.

Tgk. Amri juga mengingatkan, sesama caleg nantinya jangan saling mendahului, apalagi sampai sikut kiri kanan. Sebab, orang-orang yang akan terpilih menjadi anggota dewan ke depan sebenarnya sudah ditentukan oleh Allah swt. Tanpa izin Allah, walaupun seseorang menghalalkan segara cara, tetap tidak akan terpilih. “Menjual rumah mertua sekalipun, jangan bermimpi (akan terpilih menjadi anggota dewan),” kata Tgk. Amri memberi tamsilan.

Tgk. Amri menyebutkan, jika setiap kader ingin membesarkan partainya maka ada bebrapa hal yang harus menjadi perhatian bersama. Di antaranya, bersatu padu dan berpegang teguh kepada ajaran Islam. “Persaingan tidak sehat sesama caleg harus dihentikan. Mari rapatkan barisan, bersihkan hati, ayo bersama bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Tgk. Amri melanjutkan, jadilah figur yang bermanfaat bagi orang lain. Terakhir, kata dia, sebagai pemimpin berperilakulah sederhana, tidak tergiur dengan fasilitas mewah yang bersumber dari uang rakyat.

Di awal pidatonya, Tgk. Amri turut menyikapi pertanyaan yang selama ini berkembang, soal kapan PPP akan membuka pendaftaran caleg untuk Pemilihan Umum Legislatif tahun 2019. Tgk. Amri menegaskan, PPP akan membuka pendaftaran caleg setelah partai ini dinyatakan lulus sebagai peserta Pileg 2019.

Acara pelantikan Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang PPP Aceh Utara dan pembukaan Mukercab VI itu, dihadiri Sekda Aceh Utara Abdul Aziz mewakili bupati, Wakil Ketua III DPRK, Abdul Mutaleb, anggota Fraksi PPP DPR RI, Tgk. Anwar Idris, anggota DPRA dari PPP, Fakhrurrazi H. Cut, para pejabat Forkopimda, dan perwakilan pengurus sejumlah parpol nasional dan lokal.[](idg)