LANGSA – Direktur Eksekutif LSM Gadjah, Sayed Zahirsyah menilai kesejahteraan masyarakat Aceh jauh lebih penting daripada persoalan bendera Aceh.
Dia menyebut isu bendera ibarat barang dagangan yang terus dijajakan untuk kepentingan para elite politik.
“Bendera jadi komoditi unggulan yang selalu hangat diperbincangkan dan diperdebatkan hingga ke istana,” kata Sayed menjawab portalsatu.com, via BlackBerry Messenger, Jumat, 29 April 2016.
Sayed mengatakan, sesuai peraturan perundang-undangan dan MoU Helsinki, sangat jelas bahwa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau yang menyerupai atribut separatis tidak boleh digunakan.
“Namun hal ini diabaikan oleh DPRA, para elite serta para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut dia, polemik bendera lebih banyak mudarat daripada manfaat. Pasalnya, kata dia, rakyat hari ini butuh kesejahteraan dan masih banyak yang lapar serta hidup di bawah garis kemiskinan.
“Hendaknya para petinggi dan elite Aceh lebih mengutamakan kesejahteraan rakyat sebagai urat nadi pembangunan daerah,” kata Sayed menyikapi pertemuan Forkopimda Aceh dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.[]



