Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaBerita Aceh UtaraBendung Krueng Pasai...

Bendung Krueng Pasai Belum Rampung, Pompanisasi untuk Sawah Lima Desa Diresmikan

ACEH UTARA – Penjabat Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, menghadiri peresmian pompanisasi untuk mengairi sawah lima desa di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Ahad, 3 September 2023. Pompanisasi itu untuk penyediaan air ke persawahan di lima gampong dalam Kecamatan Meurah Mulia, yakni Pulo Blang, Beuringen, Leubok Tuwe, Ujong Kuta Batee, dan Teungoh Kuta Batee, dengan luas areal sekitar 174 hektare.

Kawasan ini sebelumnya diairi dengan jaringan irigasi dari Bendung Krueng Pasai. Akan tetapi, saat ini Rehabilitasi Bendung Krueng Pasai belum rampung, sehingga untuk kebutuhan pengairan harus ditopang dengan sistem pompanisasi.

Selain Pj. Bupati Mahyuzar, kegiatan itu dihadiri Anggota DPR RI asal Aceh dari Komisi VI Muslim, Plt. Kadis PUPR Aceh Utara Jaffar, Camat Meurah Mulia Andree Prayudha, pejabat dari Dinas Pertanian dan Pangan, pejabat dari PT PLN Lhokseumawe, Bank Aceh Lhokseumawe, Muspika Meurah Mulia, tokoh masyarakat, dan alim ulama Meurah Mulia.

Ketua Kelompok Petani Pemakai Pompanisasi Lima Desa Leubok Tuwe, Yusriadi, mengatakan sawah yang akan dialiri pompanisasi ini mencapai 174 hektare. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian semua pihak, terutama jajaran Pemkab Aceh Utara sehingga masyarakat lima gampong telah dapat menikmati pengairan untuk penyediaan air sawah dan bisa segera memulai musim tanam padi tahun ini.

“Sudah tiga tahun masyarakat kami tidak bisa turun ke sawah karena belum selesainya pembangunan Bendung Krueng Pase (Pasai). Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan pengoperasian pompanisasi untuk kebutuhan masyarakat tani. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Pj. Bupati dan semua pihak yang telah ikut membantu sehingga terwujudnya bangunan pompanisasi ini,” ujar Yusriadi.

Pompanisasi ini merupakan bantuan dari berbagai pihak, nantinya akan dikelola bersama di bawah kelompok petani, dan bekerja sama dengan BUMDes gampong-gampong terkait.

Pj. Bupati Mahyuzar menyampaikan apresiasi atas kerja sama, kekompakan, dan kebersamaan masyarakat lima gampong dalam mencari solusi untuk menyediakan pengairan ke persawahan, sehingga petani di gampong-gampong tersebut dapat turun ke sawah.

“Kekompakan seperti ini yang sangat kita harapkan hendaknya dapat selalu ditumbuhkan di tengah-tengah masyarakat. Jika ada masalah kita duduk bersama kita cari jalan keluar, sehingga dapat membawa manfaat dan kemaslahatan ke dalam masyarakat,” ujar Mahyuzar.

Persoalan lambannya penyelesaian Bendung Krueng Pasai, kata Mahyuzar, sudah menjadi konsumsi publik. Di level Pemerintah Daerah sudah melakukan berbagai upaya guna mencari solusi terbaik yang tidak merugikan masyarakat tani. Karena proyek ini di bawah Kementerian PUPR, Pemerintah Daerah tidak bisa melakukan hal-hal yang di luar kewenangan.

Begitupun, kata Mahyuzar, dalam masa kepemimpinannya di Aceh Utara pihaknya secara khusus telah menjumpai para pihak untuk mencari solusi pengairan sementara bagi areal sawah petani, termasuk dengan pola pompanisasi. Di antaranya menjumpai pejabat SNVT Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I di Banda Aceh, juga dengan Inspektur Jenderal Kementerian PUPR di Jakarta.

“Mereka semua sepakat untuk membantu petani sebagai solusi sementara dalam masa penyelesaian pembangunan Bendung Krueng Pasai, Alhamdulillah, salah satunya yang sudah kita resmikan pada hari ini yaitu pompanisasi untuk lima gampong. Untuk sawah gampong gampong lainnya juga sedang ditangani, sehingga tersedia air untuk areal persawahan,” tuturnya.

Prosesi peresmian pompanisasi ini ditandai dengan pelaksanaan peusijuek oleh ulama setempat Abi Bayu (Tgk. H. M. Husen) dan oleh Pj. Bupati Mahyuzar. “Insya Allah dengan doa dari kita semua, pelaksanaan pompanisasi dan pengairan ke sawah di lima gampong ini akan berjalan lancar. Dan yang lebih penting kita sangat mengharapkan agar pembangunan Bendung Krueng Pasai ini dapat segera selesai,” ujar Abi Bayu.

Usai melakukan peusijuek dan meresmikan pengoperasian pompanisasi di Gampong Leubok Tuwe, Pj. Bupati Mahyuzar dan rombongan melakukan silaturahmi dengan mengunjungi Dayah Darul Mustarikh pimpinan Abi Bayu di Gampong Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia.

Pada saat bersamaan sedang berlangsung pengajian majlis taklim rutin ibu-ibu jamaah tetap dayah tersebut. Mereka berasal dari beberapa kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara.

Di hadapan jamaah, Pj. Bupati Mahyuzar menyampaikan apresiasi kepada ibu-ibu yang menggiatkan diri dalam jamaah majlis taklim. Mahyuzar juga memperkenalkan dirinya sebagai Pj. Bupati Aceh Utara yang ditugaskan oleh Pemerintah Pusat untuk memimpin daerah ini selama satu tahun.[](ril)

Baca juga: