LHOKSUKON – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Utara dan kawasan pegunungan Bener Meriah menyebabkan Krueng (Sungai) Peuto meluap hingga merendam sejumlah gampong di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Ahad, 10 Mei 2026, malam.

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Luapan sungai menggenangi rumah warga, area persawahan, hingga fasilitas pendidikan yakni SMP Negeri 4 Lhoksukon dan SD Negeri 9 Lhoksukon.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, melalui Kasi Humas AKP Bambang, dalam keterangannya, Senin (11/5), mengatakan banjir itu dipicu tingginya curah hujan serta kondisi tanggul sungai yang sebelumnya jebol belum diperbaiki.

Bambang menambahkan, sejumlah gampong terdampak banjir di antaranya Gampong Kumbang, Gampong Dayah, Gampong Meunasah Krueng, dan Gampong Gelumpang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Menurut Bambang, meski banjir merendam sejumlah desa (gampong) tersebut, aktivitas masyarakat dilaporkan masih berjalan normal dan belum ada warga yang mengungsi. Personel kepolisian atau Bhabinkamtibmas terus memantau kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya debit air sungai. Namun saat ini genangan air sudah berangsur surut, hanya tersisa lumpur di sejumlah titik terdampak.

“Tingginya debit Krueng Peuto juga dipengaruhi hujan deras di kawasan pegunungan Kabupaten Bener Meriah. Selain itu, kondisi bantaran sungai yang semakin dangkal turut memperparah luapan air ke permukiman warga. Perlunya normalisasi aliran Krueng Peuto serta perbaikan tanggul yang jebol, guna mencegah banjir serupa terulang kembali di masa mendatang,” ungkap Bambang.[]