LHOKSEUMAWE – Suryani, warga Dusun Ujong Tunong, Gampong Paya Punteut, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, memanfaatkan lantai dua rumah toko untuk berkebun secara hidroponik. Bersama suami dan anaknya, Suryani mengembangkan tanaman selada itu sejak Agustus 2020 lalu.
Ruko itu berdampingan dengan rumah Suryani. Lantai dua ruko tersebut dijadikan sebagai areal tanaman hidroponik. Dia menamai usahanya 'Bens Garden'.
Menurut Suryani, cara membudidaya tanaman hidroponik itu sangat sederhana. Memasang beberapa pipa atau talang, dan pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah, dan lubangi pipa sesuai dengan panjangnya.
“Kami memulainya dalam masa pandemi Covid-19. Muncul ide untuk memanfaatkan ruko bagian lantai dua yang kosong dengan ukuran sekitar 9,5 x 13,5 meter. Mulanya saya coba-coba, ternyata akhirnya sangat bermanfaat, ada yang sudah berlangganan untuk mengambil daun selada itu di tempat saya,” kata Suryani, Sabtu, 14 November 2020.
Sebelum menanam selada tersebut, Suryani mengaku sempat menyemai benih cabai dalam polybag. Lalu, dia berpikir untuk memanfaatkan ruko guna mengembangkan tanaman hidroponik. Proses pembuatan dibantu anaknya yang kuliah di Yogyakarta.
“Ia menyarankan untuk mengembangkan tanaman sayuran hidroponik agar tidak capek lagi menyiram secara manual. Ini sangat bermanfaat, bisa menghasilkan dan bernilai ekonomis, apalagi kondisi covid saat ini,” ucap Suryani.
Suryani menambahkan, selada itu sudah panen tiga kali. Hasilnya, ada yang mengambil secara berlangganan, seperti pedagang kebab di Lhokseumawe. Sekali panen biasanya dikeluarkan hanya seberat 20 kilogram yang diambil oleh konsumen. Sedangkan bibit selada itu dibeli atau pesanan dari luar daerah.
“Sekarang saya ingin mengembangkan lebih banyak lagi di halaman rumah untuk tanaman selada dengan cara hidroponik. Untuk proses pembuatan seperti memasang pipa maupun las besi dan lainnya, itu bisa dilakukan sendiri oleh suami dan anak-anak di rumah. Artinya, bisa kita buat secara mandiri,” tambah Suryani.
Kini apa yang dilakukan Suryani menjadi motivasi bagi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk berkebun secara hidroponik.[]



