SIGLI – Dana pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRK Pidie tahun 2020 turut dialokasikan di Dinas Syariat Islam (DSI) dan Dinas Pendidikan Dayah (DPD). Berdasarkan data, di DSI Pidie Rp475 juta untuk enam paket proyek. Sedangkan DPD Rp1,135 miliar terbagi 18 paket.

Di antara paket diduga pokir dewan pada kedua dinas tersebut, ada proyek pengadaan mukena. Pengadaan mukena di DSI untuk Majelis Taklim Kecamatan Peukan Baro, Simpang Tiga dan Indrajaya. Sedangkan di DPD, pengadaan mukena untuk Majelis Taklim Kecamatan Pidie.

Dalam lis atau daftar paket diduga pokir yang diperoleh portalsatucom, data sejumlah item proyek lengkap lokasi kecamatan. 

Kepala DSI Pidie, Teuku Sabirin, ketika dikonfirmasi portalsatucom beberapa hari lalu, mengakui adanya proyek seperti dalam daftar itu. Namun, dia enggan menyebut bahwa proyek itu merupakan pokir. Dia mengatakan proyek itu dari pemerintah, soal itu pokir atau bukan dia mengaku tidak tahu.

“Itu proyek program pemerintah. Kalau itu untuk pokir, kami tidak tahu,” ujar Sabirin.

Sabirin mengaku paket tersebut sedang direalisasikan, bahkan ada kegiatan yang sudah selesai. 

Sementara Kepala DPD, Kharizzaman ketika dikonfirmasi beberapa pekan lalu tidak berada di tempat. Dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA), dia mengaku sedang berada di luar daerah. Melalui WA, portalsatucom mengirim daftar paket di DPD diduga pokir dewan, tapi Kharizzaman hanya menulis dia sedang berada di tempat orang meninggal di Banda Aceh. “Saya sedang di tempat orang meninggal,” tulis dia.

Adapun enam paket diduga pokir dewan di DSI: Sistim Informasi Managemen Masjid Kabupaten Pidie Rp 195 juta; Pembangunan Pagar Tempat Ibadah Gampong Beulangong Basah Kecamatan Mutiara Timur Rp 60 juta; Pembangunan Knopi Masjid Baitul Hijrah, Kambuek Kemukiman Beureueh, Kecamatan Mutiara Rp 50 juta; Pengadaan kain sarung dan mukena untuk Majelis Taklim empat Kecamatan, Indrajaya, Simpang Tiga, Mutiara dan Peukan Baro Rp 100 juta. Pengadaan baju seragam Majelis Taklim Gampong Tong Weng, Kecamatan Mutiara Timur Rp 40 juta dan Pengadaan Jilbab Majelis Taklim Kecamatan Mane Rp 30 juta.

Sedangkan 18 paket diduga pokir dewan di DPD: Pembangunan Balai Pengajian Majelis Taklim Darul Muslimat, Gampong Papuen, Kecamatan Muara Tiga Rp 50 juta; Pembangunan Balai Pengajian Gampong Ceurucok Barat Kecamatan Simpang Tiga Rp 75 juta; Rehab Balai Pengajian Darussamin, Gampong Kupula Kecamatan Muara Tiga Rp 35 juta.

Berikutnya, pembangunan lanjutan Musalla Balai Pengajian Ruhul Fata, Gampong Ujoeng Pie Kecamatan Muara Tiga Rp 30 juta. Bantuan Pengadaan Sound Sistem Grup Dalail Khairat Balai Pengajian Al Muhajirin, Gampong Blang Raya Kecamatan Muara Tiga Rp 20.juta.

Rehabilitasi Mushalla Dayah Babul Yamin, Gampong Ujong Pie Kecamatan Muara Tiga Rp 50 juta. Rehab Dayah Nurul Huda, Gampong Bucue Kecamatan Sakti Rp 100 juta. Pembangunan dan Rehab Dayah Sirajud Thalibin, Gampong Awe Kecamatan Batee Rp 30 juta. 

Pembangunan Dayah Lampoh Tuah, Kecamatan Grong-Grong Rp 100 juta. Pengadaan Jilbab Majelis Taklim Kecamatan Keumala Rp 40 juta. Pembangunan Bilik Santri Dayah Nurul Fata, Gampong Ie Masen Kecamatan Muara Tiga Rp 100 juta. 

Pembangunan MCK Balai Pengajian Idzahul Fata, Gampong Mukee Kecamatan Padang Tiji, Rp 30 juta. Rehab Balai Pengajian Nurul Fatayah, Gampong Aroen Beubot Kecamatan Padang Tiji, Rp 40 juta. Pembangunan Pagar Balai Pengajian Rauzatul Muna, Gampong Suka Jaya Kecamatan Muara Tiga, Rp 50 juta. 

Pengadaan Mukena untuk Majelis Taklim Kecamatan Pidie, Rp 150 juta. Pembangunan Tempat Wudhuk Dayah Almunawarah, Gampong Neubok Baduek Kecamatan Tangse. Pembangunan Balai Pengajian Rauzatul Jannah, Gampong Lhok Keutapang Kecamatan Pidie, Rp 60 juta dan Pengadaan Pakaian Muslim Kecamatan Pidie, Rp 75 juta.

Hingga saat inii, wartawan portalsatucom di Pidie belum memperoleh penjelasan dari Kadis Pendidikan Dayah tentang apakah adanya perubahan atau penggeseran anggaran dan kegiatan dalam daftar tersebut.[]