SUBULUSSALAM – Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam melakukan rapat dengan distributor dan agen (kios) pengencer pupuk subsidi di kantor dinas setempat, Selasa, 28 Desember 2021.

Rapat tersebut menindaklanjuti informasi dari masyarakat banyak kelompok tani tidak mendapat pasokan pupuk subsidi. Selain itu, harga pupuk subsidi juga melambung tinggi di atas Harga Enceren Tertinggi (HET) sehingga dikeluhkan kelompok tani.

Pertemuan itu langsung dipimpin Kadistanbunkan, H. Junifar, S. Sos dihadiri distributor pupuk subsidi, Yosi dan sejumlah kios pengencer. Junifar mengatakan berdasarkan informasi dari masyarakat ada oknum kios pengencer menjual pupuk di sangat mahal di luar batas kewajaran.

Selain itu, kata Junifar, banyak kelompok tani mengeluh karena tidak mendapatkan pasokan pupuk subsidi. Menindaklanjuti laporan itu, Distanbunkan secara diam-diam turun ke lapangan, dan terbukti ada oknum kios yang bermain.

“Kami cek di lapangan, ada oknum kios bermain, temuan kami 99 persen info tersebut akurat,” ungkap Junifar.

Akibat kondisi tersebut, kata Junifar, pemerintah di-bully karena harga pupuk subsidi melambung tinggi dan banyak petani tidak menerima pupuk subsidi tersebut. Karena itu, Junifar, meminta kios pengencer jangan menjual pupuk subsidi di luar batas toleransi kelompok tani.

Distributor pupuk subsidi, Yosi mengatakan pupuk subsidi dijual kepada kelompok tani bukan kepada masyarakat miskin. Ia meminta agen pengencer menjual pupuk subsidi kepada kelompok tani yang sudah terdaftar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani ditempatkan di kios tersebut.

“Harga jual nanti kita rapatkan kembali pada saat penandatanganan fakta integritas 2022. Kios tidak boleh jual di luar kelompok yang sudah ditempatkan di kios itu, kita sama-sama menjaga. Tahun depan, kita mulai tegas, siapa yang menjual di luar itu, izin menjualnya saya cabut,” ungkap Yosi.[]