LHOKSEUMAWE – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat terkendala pasokan gas. Suplai gas dari PT Medco E&P Malaka sebagai bahan baku untuk produksi pupuk urea PIM terhenti. Pasalnya, Medco sedang melakukan pemeliharan sumur gas di Blok A, Aceh Timur.

“Apabila nantinya suplai gas mulai normal kembali maka pabrik PIM akan segera beroperasi,” kata Manajer Humas PT PIM, Nasrun, Kamis, 17 Juni 2021.

Namun, kata Nasrun, kebutuhan pupuk urea bersubsidi untuk enam provinsi masih tersedia. Yakni, Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Utara, dan Kepri-Riau.

Menurut Nasrun, jika pupuk yang telah diproduksi itu habis, tentu pihaknya akan mengambil kebutuhan pupuk nasional dikelola PT Pupuk Indonesia. “Sehingga kebutuhan pupuk dari PT PIM untuk petani bisa tersedia, dan diharapkan kondisi ini bisa segera normal kembali,” ucapnya.[]