BLANGKEJEREN – Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual hasil panenya. Harga yang tidak bersahabat membuat petani tak mendapatkan keuntungan pascaharga anjlok.

Daud, salah satu petani di Kecamatan Putri Betung, Kamis, 17 Juni 2021, mengatakan saat ini masuk ke musim pahit petani jahe dan pisang. Harga yang merosot tajam akan membuat perekonomian petani hancur dan tidak mendapatkan keuntungan seperti musim panen sebelumnya.

“Anjlok sekali sekarang harga hasil perkebunan di Putri Betung, seperti jahe hanya dibeli penampung Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per Kg, dan pisang hanya dibeli penampung Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per tandan kecil (per sisir),” katanya melalui sambungan telepon WhatsApp.

Sebelumnya, kata Daud, harga jahe di tahun 2020 lalu pernah mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per Kg. Saat itu, banyak petani mengadu nasib dengan menanam jahe di sela tanaman tua lainnya, hingga ada yang menanam secara khusus dengan jumlah banyak.

“Kalau harga pisang per tandan kecil (per sisir) dulu sampai Rp8 ribu hingga Rp 10 ribu, dan harga hari ini yang paling anjlok dari sebelumnya. Mudah-mudahan harga hasil pertanian dan perkebunan segera membaik,” jelasnya.

Ia sendiri tidak mengetahui apakah harga jahe dan pisang di Kecamatan Putri Betung dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 atau akibat hasil panen petani sudah terlalu banyak. Yang jelas, kedua komoditas itu dijual ke daerah Medan hingga ke Jakarta.[]