Karya: Jamaluddin Sulaiman
Paduka seri Sultan 'Alauddin Manshur Syah, kami kini menemukan surat yang mulia kirimkan untuk Sultan 'Abdul Majid Khan
Waktu itu kita masih dalam kekhawatiran
Namun yang telah terjadi
Kini rakyat baginda telah melalui dua musim peperangan
Pada musim pertama kita kehilangan Istana dan kesultanan
Pengganti baginda yakni sultan kami yang terakhir yang mulia Tuanku Muhammad Daod Syah telah ditangkap dan diasingkan
Pada musim peperangan kedua kami harus mempertahankan diri dengan menyerang pasukan Batavia yang datang
Di gunung
Gajah-gajah yang dahulu dipersiapkan dalam barisan perang
Kini menjadi terasing dan sebagian dari kawanannya telah dibunuh demi gading serta alamnya juga dihancurkan
Di kota Bandar
Ulama-ulama yang dahulu menjadi penasehat baginda kini telah diusir dari mimbarnya sendiri sedangkan mesjid diberi kuasa kepada utusan-utusan asing yang ditugaskan menghancurkan rakyat baginda, juga ulama dilarang berbicara tentang perihal baginda pada perkara-perkaya yang jujur
Tanah-tanah waqaf telah disalahgunakan, sepetak tanah yang luas telah digunakan menjadi tempat dikuburnya pasukan Belanda dan sekutu yang kini sangat dirawat dan dimuliakan sementara makam para kerabat yang mulia di Pande masih terus diabaikan dan dirusak
Di pasar
Lada-lada telah hilang
Riba sangat kuat mencengkram membebani pundak-pundak kami,
Kami harus membayar mahal untuk mendapatkan sesuatu
Di musim haji
Rakyatmu dihalang dihambat disandera untuk pergi ke tanah suci dengan berbagai alasan yang dibuat namun uang kami untuk pergi tetap mereka ambil
Yang mulia
Semoga kami bisa menemukan kembali jalanan untuk kembali membangun segala yang telah diruntuhkan
Mempersatukan segala yang telah dicerai-beraikan
28-29 Agustus 2020/Muharram 1442 H/Loh Angen.[]





