PEUREULAK – Sejumlah jembatan yang dibangun pemerintah di jalan lintas Peureulak-Lokop kondisinya kini tak lagi memiliki besi pengaman. Kondisi ini dinilai akan membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera tertangani.

Demikian diungkapkan anggota DPRA asal Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Minggu (7/8/2016).

Iskandar mengatakan, dalam kegiatan kunjungannya ke Kecamatan Serba Jadi Aceh Timur beberapa waktu lalu, dirinya bersama rombongan menemukan kondisi di beberapa bangunan jembatan tanpa besi pengaman yang biasa terpasang di sisi kiri dan kanan badan jembatan.

“Bahkan ada jembatan yang saya dengar baru saja selesai dibangun. Namun pipa besi yang fungsinya sebagai pagar pengaman sudah raib dari tempatnya,” katanya.

Kondisi ini, lanjut dia, berpotensi membahayakan para pelintas jembatan tersebut, terutama bagi anak-anak pejalan kaki. “Kawasan jembatan itu merupakan jalur yang sering dilalui anak-anak sekolah. Apabila tidak hati-hati, bisa saja terjatuh atau tercebur ke dalam sungai,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Iskandar meminta instansi terkait di pemerintah Aceh untuk segera tanggap menyikapi persoalan ini. Dia juga menekankan agar kedepannya pembangunan pagar pengaman jembatan tidak lagi dibangun seperti perencanaan semula.

“Harus segera ditangani supaya tidak berdampak buruk. Selain itu, fisik pagar pengaman jembatan sebaiknya tidak lagi memakai pipa besi,” ujar Iskandar Usman.[](bna)