BANDA ACEH Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unsyiah menghadirkan Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Agus Santoso S.H, LL.M pada kuliah umum yang digelar di Aula Lantai III FISIP Unsyiah besok, Kamis, 14 April 2016.
Kuliah umum itu akan membahas isu revitalisasi anggaran negara, untuk melihat bagaimana anggaran negara dioptimalkan, juga sebagai proses awal penyelamatan anggaran negara dengan cara mendeteksi aliran keuangan negara secara dini.
Pilkada serentak di Indonesia juga menjadi asumsi dasar akan banyaknya aliran dana yang mencurigakan, dan tidak tertutup kemungkinan akan adanya tindak pidana pencucian uang oleh banyak aktor atau elit politik, terlebih jika melihat kondisi pra pilkada di Aceh yang semakin memanas, kata Ketua Program Studi ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, Dr. Effendi Hasan, M.A melalui surat elektronik yang diterima hari ini, Rabu, 13 April 2016.
Aceh sebagai daerah penerima Otsus katanya, akan mengalami fase-fase di mana uang menjadi tolok ukur kemenangan elit di pilkada. Ditambah pula dengan pernyataan komisioner KPK Basaria Pandjaitan, yang bahwa Aceh masuk dalam daerah pantauan khusus KPK.
Lewat kuliah umum bertema Deteksi Pencucian Uang dan Transaksi Keuangan Menjelang Pilakada di Indonesia, Agus Santoso akan memberikan gambaran realistis terkait isu transaksi keuangan yang mencurikan menjelang pilkada di Indonesia.
Agus Santoso merupakan alumni dari Faculteit der reschtswetenschap, Rijks Universiteit Leiden, Belanda Jurusan Public International Law, Master of Law (LL.M) tahun 1997.
Kuliah umum ini bertujuan membangkitkan peran kampus dalam hal ini Program Studi Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala sebagai institusi netral yang secara analitik mampu mendeteksi money laundry sebagai usah pencegahan awal dari tindak pidana ini, lalu juga transaksi keuangan mencurigakan menjelang pilkada khususnya di Aceh.
Dalam kuliah umum ini diharapkan pula, program studi Ilmu Politik akan menjadi center of knowlegde dari studi-studi terkait politik anggaran di Aceh khususnya. Kemudian kepada civitas akademika, CSO, dan stake holder yang ditargetkan menjadi audiens dalam kuliah umum ini akan menjadi ujung tombak pencegahan awal dari tindak pidana terkait pencucian uang dan transaksi keuangan menjelang pilkada.[](ihn)



