ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program Kampung Mangga secara resmi diluncurkan di Dusun Madat, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis, 3 September 2026.

Program itu merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PIM ditandai dengan peresmian dan penanaman perdana tanaman mangga varietas kiojay. Sebanyak 600 bibit mangga dibagikan kepada masyarakat untuk dikembangkan sebagai tanaman produktif sekaligus komoditas unggulan desa.

Kegiatan peresmian dihadiri Keuchik Gampong Paloh Lada, Razali, Kepala Dusun Madat, Marzuki, Pimpinan Dayah Babul Huda Glee Madat, Abi Gade, Babinsa serta unsur perangkat desa dan masyarakat.

Program Kampung Mangga sebelumnya diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat pada Senin (31/8). Sosialisasi tersebut melibatkan Kepala Dusun Madat sebagai penghubung antara masyarakat dengan pihak perusahaan dan penyuluh lapangan.

Dalam kegiatan itu, penyuluh dari KPH 5 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh, Zuraida, S.Hut., memberikan pemahaman teknis kepada masyarakat mengenai tata cara penanaman dan perawatan mangga kiojay.

Materi yang disampaikan mencakup teknik penanaman, pemeliharaan bibit, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Keuchik Gampong Paloh Lada, Razali, menyampaikan apresiasi kepada PT PIM yang telah merealisasikan program pemberdayaan masyarakat di wilayahnya. PIM selama ini telah menjalankan berbagai program yang menyentuh aspek sosial maupun pengembangan usaha masyarakat. Kehadiran Program Kampung Mangga menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal secara produktif.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT PIM atas program ini. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan 600 bibit mangga ini dengan sebaik-baiknya,” kata Razali.

Razali mengimbau masyarakat setempat agar mengikuti prosedur penanaman dan perawatan yang telah disampaikan oleh penyuluh. Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan bibit, juga pada kesungguhan masyarakat dalam merawat tanaman hingga menghasilkan.

Koordinator Bagian TJSL PT PIM, Jufri, menyebutkan, bahwa program Kampung Mangga merupakan hasil perencanaan yang dilakukan perusahaan untuk menghadirkan program pemberdayaan yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi masyarakat.

“Dusun Madat dipilih sebagai lokasi pilot project karena memiliki kondisi tanah dan iklim yang dinilai sesuai untuk pengembangan tanaman mangga. Program ini kami rancang bukan sekadar memberikan bibit, tetapi bagaimana tanaman tersebut nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Mangga kiojay dipilih karena relatif mudah dalam perawatan dan memiliki potensi ekonomi yang baik,” ungkap Jufri.

Jufri menambahkan, tanaman mangga diproyeksikan mulai memberikan hasil dalam sekitar tiga tahun mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan melihat program tersebut sebagai investasi jangka panjang yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan atau passive income.

“Selain memberikan manfaat ekonomi, Program Kampung Mangga juga diharapkan mendukung upaya penghijauan dan penguatan program Kampung Iklim (ProKlim) di lingkungan masyarakat,” ujar Jufri.[]