SUBULUSSALAM – Kota Subulussalam dan Aceh Tetangga sejatinya dua daerah bertetangga bisa saling mengunjungi dalam waktu yang tidak begitu, mungkin hanya butuh waktu satu atau dua jam perjalanan saja.

Namun faktanya di lapangan masyarakat di dua daerah ini belum memiliki akses jalan tembus menghubungkan dua daerah tersebut.

Akibatnya mereka dari Aceh Tenggara maupun Kota Subulussalam harus melewati Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi dan Tanah Karo, Sumatera Utara menempuh perjalanan darat sekitar enam jam untuk bisa sampai dari Subulussalam ke Aceh Tenggara, begitu juga sebaliknya.

Satu-satunya akses jalan bisa mempersingkat jarak tempuh antar dua daerah bertetangga ini yaitu membuka jalan tembus dari Gelombang, Sultan Daulat, Kota Subulussalam menuju Muara Situlen, Aceh Tenggara.

Jika akses ini bisa terwujud jarak tempuh dari Kota Subulussalam menuju Aceh Tenggara hanya memakan waktu sekitar dua jam perjalanan. Pembukaan akses jalan tembus ini menjadi prioritas Pemerintah Kota Subulussalam di bawah kepemimpinan H. Affan Alfian Bintang, S.E., bersama Wakil Wali Kota Drs. Salmaza. M.A.P.

Demikian pemaparan Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terkait percepatan pembangunan jalan tembus Gelombang Muara Situlen di Aula Meuligoe Wali Kota Subulussalam, Kamis, 17 Desember 2020.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Drs. Salmaza, Ketua DPRK Ade Fadly Pranata, Dandim Letkol Inf Winas Kurniawan, Sekda Taufit Hidayat, Kadis PUPR Alhadin, Kepala BPBD Adita dan beberapa pimpinan SKPK lainnya.

Dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara hadir Wakil Bupati Aceh Bukhari, Ketua DPRK Deni Pebriandroja, Dandim 0198 Aceh Tenggara Letkol Robi Furdaus dan Sekda Aceh Tenggara  Mhd Ridwan.

Selanjutnya,  Kepala Bappeda Aceh Tenggara Yusrizal, Asisten III Sekdakab Aceh Tenggara Sudirman, Kadis PUPR Rasyid Efendi, Kadis Kominfo Fahmi dan Kadis perhubungan Aceh Tenggara Zahrul.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Affan Alfian Bintang mengatakan pembukaan jalan tembus Gelombang Muara Situlen sangat urgen, selain mempersingkat jarak tempuh antar kedua wilayah, akses ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat baik di Kota Subulussalam maupun Aceh Tenggara.

Wali Kota Affan Alfian Bintang menyebutkan usai rapat koordinasi, langkah selanjutnya Ia bersama Bupati Aceh Tenggara akan menghadap ke Gubernur Aceh terkait percepatan pembangunan jalan tembus Gelombang Muara Situlen.

Pemerintah Kota Subulussalam, kata Affan Alfian Bintang sangat serius dalam upaya percepatan pembangunan jalan tembus Gelombang Muara Situlen, ia juga mengajak Bupati Aceh Tenggara untuk sama-sama menghadap ke Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia.

Bintang menargetkan jalan tembus Gelombang Muara Situlen bisa terwujud paling telat 2024 mendatang. Akses tersebut bisa dinikmati masyarakat baik dari Kota Subulussalam maupun Aceh Tenggara dan masyarakat dari wilayah Barat Selatan Aceh.[]