SUBULUSSALAM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh diminta bergerak cepat terkait rencana translokasi dua kawanan gajah di Subulussalam oleh penggiat lingkungan asal Republik Ceko menggunakan helikopter milik militer dari pangkalan udara Medan, Sumatera Utara.
Berdasarkan keterangan sebelumnya disampaikan koordinator penggiat lingkungan mewakili dua lembaga Eropa Green Life dan Blue Life, Zbynek Hrabek atau akrab disapa Binyik, mengatakan pihak pangkalan udara Medan menyatakan kesediaannya dan menunggu surat resmi dari BKSDA Aceh terkait translokasi dua gajah dari Subulussalam.
Rencana translokasi gajah ini mendapat dukungan dan respons positif dari masyarakat, salah satunya Ardhiyanto, yang juga Sekretaris DPW Partai Aceh Kota Subulussalam. Ia berharap BKSDA Aceh bergerak cepat dengan menerbitkan surat resmi, sehingga gajah itu segera ditranslokasi dari Kota Subulussalam.
“Kita sangat mengapresiasi langkah kongkret ini untuk menyelamatkan hewan yang dilindungi itu,” kata Toto panggilan akrabnya kepada portalsatu.com/, Selasa, 2 Oktober 2018.
Ia mengatakan, translokasi gajah oleh NGO asal Republik Ceko ini patut diapresiasi demi mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap hewan itu. Hal ini untuk mengakhiri konflik gajah dengan manusia akibat banyaknya tanaman warga seperti kebun kelapa sawit rusak diamuk gajah.
“Selama ini konflik gajah dan masyarakat di Kota Subulussalam terus terjadi. Ini cukup meresahkan masyarakat,” pungkasnya.
Pihak BKSDA Aceh tidak perlu menunggu lama terkait rencana evakuasi kawanan gajah ini. Masyarakat sudah cukup lama setelah beberapa tahun terakhir ini kebun mereka berada dalam gangguan hewan dilindungi itu.
“Bila berharap dari pihak pemko sudah beberapa kali di sampaikan, tetapi tidak ada aksi nyata mengatasi konflik gajah dengan masyarakat, momentum kehadiran NGO ini patut kita ambil kesempatan ini,” ujar Toto.[]



