Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaBKSDA Kembali Selamatkan...

BKSDA Kembali Selamatkan Orangutan di Sultan Daulat

SUBULUSSALAM –  BKSDA Aceh kembali menyelamatkan satu individu orangutan betina diperkirakan berumur 7 tahun di Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada portalsatu.com, Jumat, 22 Maret 2019 mengatakan hewan dilindungi itu ditemukan pada 20 Maret di wilayah Sultan Daulat tidak jauh dari lokasi penemuan orangutan Hope sepekan lalu.

Saat itu Hope ditemukan dalam kondisi luka parah akibat tembakan senapan angin, 74 peluru bersarang di tubuhnya. Kini, BKSDA Aceh kembali menyelamatkan satu individu orangutan tak jauh dari lokasi tersebut.

Sapto Aji Prabowo menjelaskan, tim penyelamat yang terdiri dari BKSDA Aceh, tim HOCRU OIC, dan WCS-IP berhasil mengevakuasi orangutan tersebut–yang diberi nama Pertiwi–tanpa melalui proses pembiusan karena Pertiwi dalam kondisi lemah.  

Menurut Sapto Aji Prabowo, pada 19 Maret 2019 siang, Tim HOCRU OIC mendapat informasi dari BKSDA Aceh melalui nomor Call Center HOCRU bahwa ada beberapa individu orangutan yang terjebak di kebun masyarakat di Dusun Rikit, Desa Namo Buaya Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Mendapat informasi tersebut, tim HOCRU bersama BKSDA Aceh dan WCS-IP melakukan crosscheck di lokasi perkebunan pada 19 Maret sore.

Hasil pemantauan di lokasi tim HOCRU menemukan beberapa sarang baru di lokasi perkebunan tersebut. Tim langsung mencari keberadaan orangutan dan  menemukan satu individu orangutan di dalam sarang diperkirakan berumur sekitar 7 tahun.

“Karena hari sudah sore tim memutuskan tidak melakukan upaya evakuasi pada hari itu dan diputuskan untuk melanjutkan keesokan harinya,” ungkap Sapto Aji Prabowo.[]

Baca juga: