Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Aceh UtaraBlangko E-KTP Menipis,...

Blangko E-KTP Menipis, Disdukcapil Aceh Utara Anjurkan Masyarakat Buat Digital ID

LHOKSUKON – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Utara mencatat tingginya permohonan masyarakat untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik sehingga ketersediaan blangko e-KTP menipis. Sejauh ini stok blangko di Disdukcapil sekitar 300 keping.

Kepala Disdukcapil Aceh Utara, Safrizal, S.STP., M.A.P., mengatakan 300 keping itu sesuai instruksi diperuntukkan kepada pemula atau yang baru melakukan perekaman wajib dicetak e-KTP. Menurut dia, pada tahun 2022 sudah dilakukan perekaman di tingkat gampong, kecamatan, dan sekolah-sekolah terkait permohonan pembuatan e-KTP baik pemohon yang cetak baru untuk usia 17 tahun, hilang atau rusak.

“Target kami pada 2023, nanti akan dilakukan perekaman di sekolah-sekolah di Aceh Utara bagi pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP. Sedangkan bagi masyarakat yang sudah mempunyai KTP elektronik apakah hilang, rusak, itu kita melihat juga kondisi KTP-nya (yang rusak) seperti apa sebelum dilakukan perbaikan,” kata Safrizal kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 2 Januari 2023.

Safrizal menyebut minimnya blangko e-KTP bukan hanya di Disdukcapil Aceh Utara, tetapi secara nasional. “Karena di tingkat pusat pun stoknya terbatas untuk didistribusikan ke provinsi-provinsi maupun kabupaten/kota,” ucapnya.

Menurut Safrizal, untuk masyarakat yang memiliki handphone android bisa dibuatkan identitas kependudukan digital atau digital ID oleh Disdukcapil. “Mungkin untuk saat ini belum familiar karena masih dalam sosialisasi. Sesuai instruksi dari Ditjen Dukcapil Kemendagri pada tahun 2023 kita disarankan agar melakukan imbauan kepada masyarakat untuk membuat ID digital,” ujarnya.

Safrizal juga menyampaikan bahwa Kartu Identitas Anak (KIA) diperuntukkan bagi bayi baru lahir sampai anak usia 17 tahun kurang satu hari. Apabila anak itu di bawah lima tahun, maka tidak perlu memakai pas foto.

“Setelah usia anak lima tahun ke atas wajib memakai pas foto. Jika usia sudah mencapai 17 tahun baru melakukan perekaman KTP elektronik,” ucap Safrizal.[]

Baca juga: