BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memprediksi hujan akan terus mengguyur Provinsi Aceh hingga tiga hari ke depan. Namun, intensitasnya beragam, mulai dari rata-rata, sedang, hingga lebat, disertai potensi kilat dan petir, serta angin kencang.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria, mengingatkan masyarakat untuk waspada.

“Dengan keadaan cuaca Aceh seperti ini, maka masyarakat supaya tetap mewaspadai banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gelombang tinggi, jalan licin, jarak pandang yang terbatas, serta bahaya petir. Untuk persiapan, pada daerah rawan banjir mungkin menyediakan tempat mengevakuasi barang, kalau untuk daerah yang rawan longsor nggak tahu saya, kalau mengatasi bencana angin dan petir berteduhlah di bangunan yang kokoh,” ujarnya saat dihubungi portalsatu.com/, Selasa, 5 Desember 2017.

Ia menambahkan, dalam hal peringatan bencana hidrometeorologi ini, BMKG Aceh mengatakan potensi tersebut berdampak di semua wilayah sebab musim hujan diperkirakan masih panjang hingga pertengahan Januari 2018.

“Untuk potensi banjir masih berpeluang besar terjadi di daerah aliran sungai (DAS), daerah cekungan, perkotaan, dan juga daerah yang datar yang luas, sedangkan untuk daerah perbukitan, terutama untuk daerah kemiringan bukitnya 45 derajat atau lebih berpotensi terjadi tanah longsor. Begitu juga untuk para nelayan dan penyedia jasa pelayaran agar selalu responsif dengan cuaca agar lebih mementingkan keselamatan, jangan dipaksa bila tidak memungkinkan,” kata Zakaria.

Terkait badai Dahlia yang dikabarkan akan melintasi Aceh dan membuat masyarakat panik, menurutnya ada kesalahpahaman.

“Untuk itu perlu sedikit kami jelaskan siklon tropis Dahlia beberapa hari yang lalu tumbuh di sebelah selatan garis khatulistiwa dan bergerak ke arah tenggara,” kata Zakaria.

Posisi Provinsi Aceh, lanjutnya, berada di sebelah utara garis khatulistiwa sehingga secara teori Badai Tropis (siklon) tidak dapat menyeberang garis khatulistiwa, maka tidak mungkin badai Dahlia melintasi Aceh.

“Yang kami maksud dalam teks yang kami kirim tersebut adalah masa udara yang disedot badai Dahlia melewati Aceh dan terbentuk konvergensi (mengerucutan masa udara) atmosfer Aceh,” katanya.

Ia melanjutkan, sekarang Dahlia sudah punah, tinggal hujan di Provinsi Aceh masih berlanjut. Bila dilihat dari dinamika atmosfer Aceh, masih cukup banyak uap air di udara mencapai 80 – 100 persen, di samping itu juga masih bertahannya lowpressure di Samudera Hindia bagian barat Aceh sehingga terjadi belokan angin di atas wilayah Aceh.

“Kami hanya memberi informasi cuaca, sedangkan untuk mengatasi masyarakat bisa menyesuaikan sendiri dengan situasi dan kondisi, terkait informasi cuaca masyarakat juga bisa melihat langsung pada portal bmkg.go.id.“[] (*sar)