Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat melalui Gerakan BMU Peduli kembali membuka donasi untuk membantu membangun rumah layak huni semi permanen ukuran 5×6 meter yang akan diserahkan kepada Nurmala (40), janda miskin di Gampong Nga Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.
Hal ini disampaikan Imam Besar Barisan Muda Ummat Tgk. H. M. Yusuf A Wahab akrab disapa Tu Sop melalui surat elektronik dikirim ke redaksi media ini. Tugas SOP menyebutkan, rumah dengan kode BMU 035 yang akan dibangun itu merupakan bantuan rumah peralihan yang sebelumnya direncanakan kepada Ummi Khatijah (46), janda miskin di Gampong Matang Sijuk Timur, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.
“Setelah dua hari donasi dibuka, dalam dokumen persyaratan verifikasi faktual BMU tiba-tiba Ummi Khatijah menyatakan menolak menerima bantuan rumah BMU dengan alasan telah ada bantuan rumah dari pihak lain yang diurus keluarga tanpa sepengetahuannya. Maka langsung dialihkan kepada Nurmala yang masuk dalam daftar tunggu penerima manfaat DPD BMU Aceh Utara,” sebut Tu Sop yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) seperti dikutip Humas BMU, Al Fadhal.
Selain bantuan rumah, lanjut Tu Sop, BMU akan membina dan menanggung seluruh biaya pendidikan anak Nurmala (Kak Mala), Muksalmina (10), yang direncanakan akan masuk ke Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah Jeunieb milik Ketua BMU Pusat Tgk M. Yusuf Nasir (Abiya Rauhul Mudi). “Setelah dana mencukupi pelaksanaan pembangunan sepenuhnya dikerjakan DPD BMU Aceh Utara,” ujar Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI).
Ketua DPD BMU Aceh Utara Ridwan atau Abi JBR didampingi Cut Ramy dan Raja Solomon mengatakan sebelumnya Kak Mala tinggal di rumah ukuran 3×4 meter yang terbuat seluruhnya dari pelepah rumbia, berlantaikan tanah dan atap daun rumbia dengan sekat kertas plastik.
Dari almarhum suami pertama yang meninggal 7 tahun lalu, Kak Mala dikaruniai 3 anak masing-masing Zukka Hendra (19), Muksalmina (10) dan Jannatun Jinar (7). Setelah 3 tahun menjanda Kak Mala menikah lagi dan dikaruniai 1 orang anak yang masih balita. Pernikahan kedua hanya bertahan 3 tahun.
“Kak Mala sudah 2,5 tahun tinggal di gubuk ini, status tanahnya wakaf untuk kuburan keluarga. Rumah yang akan dibangun nantinya di Gampong Matang Ceubrek, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara,” sebut Abi JBR.
Ia menambahkan, Nurmala terharu dengan mata berkaca-kaca ketika pihaknya melakukan verifikasi faktual. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Kak Mala dalam kesehariannya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mencari upah dengan mencuci pakaian orang di beberapa rumah warga setempat.
“Dihadapan kami dengan isak tangis Nurmala melakukan sujud syukur dan berkata 'Alhamdulillah ya Allah, Allah mendengarkan doa saya selama ini'. Dia mengaku selama masuk dalam daftar tunggu penerima manfaat rumah BMU selama 2 bulan terakhir selalu berdoa selepas shalat lima waktu,” katanya.
Secara terpisah Ketua Gerakan BMU Peduli Murtala, ST, didampingi Sekretaris BMU Peduli Tgk. Masykur M. Hasan mengatakan hingga dini hari Kamis, (29/08/2019) masih kekurangan dana sekitar 10 juta rupiah.
“Donasi Rumah BMU 035 mulai dibuka pada hari Senin 26 Agustus 2019, selama 3 hari dana yang masuk mencapai Rp. 19.960.555. Sedangkan dana yang dibutuhkan Rp. 30.924.000,” sebut Murtala.
“Bagi yang ingin berpartisipasi salurkan donasi infak ke rek. Bank BRI: 3923-01-012872-53-9 A/n Gerakan BMU Peduli. Konfirmasi donasi infak via telepon/WA Bendahara BMU 085262906456,” katanya.[] Rilis




