SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie memanfaatkan lahan yang sebelumnya ditanami ganja di kawasan Gampong Amud Masjid, Kecamatan Gelumpang Tiga, untuk menanam jagung.
Pembukaan sekaligus penamanan jagung dilaksanakan secara resmi Rabu, 28 Maret 2018, oleh Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) dengan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie. Di antaranya Dandim 0102 Pidie, Letkol Arh Donny Indiawan SIP, Kajari Pidie, Efendi SH, Kasat Narkoba Polres Pidie, AKP Raja Amiruddin Harahap.
Kepala BNNK Pidie AKBP Werdha Susetyo mengatakan, penanaman jagung salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dengan program alternatif development secara mandiri memanfaatkan lahan kosong untuk menggantikan tanaman ganja dengan tanaman produktif seperti jagung dan kedelai.
“Ini merupakan pola Grand Design of Altenative Development yang sudah dicanangkan Pemerintah Pusat di Aceh untuk menggantikan tanaman ganja dengan tanaman produktif,” katanya.
Di kawasan Amud, lanjutnya, dibuka seluas100 hektare yang tersebar di lima titik sehingga masyarakat petani dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk menanam komoditas jagung dan tidak lagi menanam ganja.
Sementara Abusyik mengatakan program penanaman jagung di lahan kosong merupakan program unggulan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan terutama bagi para pemuda sehingga secara tak langsung dapat mencegah peredaran narkoba di Pidie.
“Pidie tidak hanya berpotensi di sektor pertanian saja sampai mendapat julukan salah satu daerah lumbung padi terbesar, tetapi juga sangat berpotensi di sektor perkebunan seperti jagung, kedelai dan komoditi lainnya. Kami rasa program budidaya jangung seperti yang dilaksanakan hari ini salah satu upaya yang tepat untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Abusyik
Bupati berharap dengan adanya program penanaman jagung atas kerja sama BNNK Pidie dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Pidie akan memberi perubahan pendapatan perekonomian masyarakat ke arah lebih baik dan dapat menekan angka peredaran narkoba di kalangan masyarakat. “Saya optimis kemakmuran akan dirasakan masyarakat jika diperoleh dengan jalan halal,” pungkas Abusyik.[]



