ACEH UTARA – Nelayan di Gampong Keudee Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, mengeluhkan kuala dangkal sehingga para nelayan sulit melabuhkan perahu yang keluar masuk melalui kuala tersebut ketika nelayan melaut.

Hal itu disampaikan Keuchik Gampong Keudee Bungkah, Muara Batu, Hasanuddin, kepada wartawan, Kamis, 5 Maret 2020. Ia mengatakan, kuala di gampong itu sudah lama dangkal dan sejak 2010 lalu, tetapi setelah berulangkali dikeruk dengan alat berat ekskavator juga tidak ada perubahan. Nelayan saat ini mengeluhkan kondisi kuala seperti itu. Jika memungkinkan, mereka ingin segera mendapat bantuan dari pihak manapun untuk pengerukan dan pemasangan pemecah ombak sepanjang 300 meter dari bibir pantai.

“Boat maupun sampan milik para nelayan yang berlabuh di kuala itu ada sekitar 90 unit yang terdiri dari sejumlah gampong tetangga lainnya. Sehingga boat nelayan yang selama ini keluar masuk melalui mulut Kuala Bungkaih untuk menangkap ikan dan menurunkan hasil tangkapan sejak beberapa bulan terakhir ini, sulit dapat lagi keluar masuk karena kuala dangkal. Mereka hanya dapat keluar dari kuala ketika ada pasang purnama,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin menambahkan, untuk memperbaiki kuala yang dangkal tersebut, harus menggunakan dana APBN dikarekan bisa membutuhkan biaya besar. Kalau hanya dikeruk itu percuma, karena sudah dikeruk berulang kali tapi tidak bertahan lama dan kembali dangkal, kondisi seperti ini sudah sejak 2010 lalu. Namun, kata dia, pernah juga dibantu keruk oleh pihak Dinas Pengairan Aceh Utara, tapi setelah tiga bulan kemudian kembali seperti biasa atau dangkal lagi dan sifatnya sementara.

“Itu solusinya harus dipasang pemecah ombak secara permanen supaya bisa bertahan lama. Bahkan nelayan juga pernah mengeruk sendiri kuala itu dengan cara manual menggunakan sekop, supaya mereka bisa keluar dari kuala untuk melaut. Karena kalau air lautnya sedang rendah, itu nelayan tidak bisa keluar masuk melalui mulut kuala tersebut,” ujar Hasanuddin.

Untuk itu, kata Hasanuddin, pihaknya juga berharap supaya mendapat bantuan secara dari pemerintah untuk perbaikan kuala tersebut. Karena ini merupakan kebutuhan masyarakat atau nelayan untuk bisa mencari nafkah bagi keluarganya.[]