TAKENGON – Pencarian terhadap Dea Mauliza, bocah perempuan berusia 5 tahun, di aliran sungai Kampung Berawang Kunyit, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah masih berlanjut, Sabtu ,16 April 2016.

Anak pertama dari pasangan Syeh Rudin dan Sekar Sari, warga Berawang Dewa, kKecamatan Jagong Aceh Tengah itu, diduga kuat terjatuh saat berada di bibir sungai Kampung Berawang Kunyit. Korban dinyatakan hilang sejak Rabu, 13 April 2016, siang.

“Kampung korban berdekatan dengan sungai Berawang Kunyit, Pegasing, lokasi korban jatuh,” kata Koordinator Tagana Azmi dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 16 April 2016.

Diceritakan, korban mulanya bersama lima teman seusianya, empat di antara mereka laki-laki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebutnya, korban bersama lima kerabatnya siang itu hendak mencari ikan di aliran sungai. Sungai tersebut kata Azmi, dangkal dan sedikit terjal ke bawah.

Disebutkan, saat itu empat anak turun ke pinggir sungai untuk mencari ikan, sementara Dea Mauliza bersama kerabat laki-laki sedikit lebih tua darinya menunggu di atas.

Berselang beberapa saat kata Azmi, Dea Mauliza ketakutan dan terus menangis, hingga kawan yang menemaninya panik. Akhirnya kerabat korban memutuskan untuk mencari empat anak yang turun ke sungai mencari ikan. Sementara Dea Mauliza memilih tinggal di atas waktu itu.

“Jadi sekembalinya mereka dari bawah, Dea Mauliza sudah tidak lagi berada di tempat yang di tinggal semula,” katanya.

Kata Azmi, kelima teman korban berusaha mencari, namun usaha mereka gagal. Dea Mauliza tak ditemukan, sehingga temanya memutuskan untuk memberitahu kabar itu kepada orang tua korban.

“Setelah ada laporan langsung kita lakukan pencarian. Dan ini kami lagi di lokasi meneruskan pencarian, hingga saat ini belum berhasil kita temukan,” ujar Azmi.[]