ACEH UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Utara membangun barak hunian sementara untuk warga yang rumahnya hilang maupun rusak berat akibat banjir di Gampong Kumbang, Kecamatan Suamtalira Aron.

“Di Gampong Kumbang, Kecamatan Suamtalira Aron, banjir mengakibatkan lima rumah hilang terbawa arus banjir dan tiga rumah rusak berat. Untuk penanganan hunian sementara bagi warga yang rumahnya hilang maupun rusak berat tersebut, pihak BPBD Aceh Utara telah membangun barak seluas 4×18 meter yang disekat menjadi tiga bagian dengan ukuran 4×6 meter,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ir. Muhammad Syahril, M.M., dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Jumat, 23 November 2018.
 
Menurut Syahril, pada tiap sekatan itu terdapat satu kamar yang berukuran 3,2 x 3,0 meter yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan dengan bahan dinding dan lantai berkonstruksi kayu dan atap seng. “Direncakan untuk membangun satu barak tambahan dalam waktu dekat ini, yang dananya berasal dari BTT Kabupaten Aceh Utara tahun 2019 dan sumber dana lainnya yang tidak mengikat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan tim BPBA, Syahril menyebutkan, pada Kamis (kemarin) di Kecamatan Syamtalira Aron masih terdapat warga yang mengungsi di satu titik yaitu, di Gampong Kumbang denga jumlah pengungsi sekitar 300 jiwa. Sedangkan di Kecamatan Samudera pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Serahkan bantuan

Sementara itu, BPBA menyerahkan bantuan logistik kepada korban banjir di Aceh Utara melalui BPBK, Kamis (kemarin). Menurut Syahril, bantuan logistik yang diserahkan itu berupa beras 400 sak seberat 6 ton, mi instan 300 dus, minyak goreng 300 liter, telur ayam 4000 butir, ikan sardin 200 kaleng, air mineral gelas 350 dus, gula 200 kg. Selain itu, juga berupa baju kaos 200 pcs dan handuk 200 lembar.  

Bantuan tersebut, lanjut Syahril, akan didistribusikan oleh BPBD Aceh Utara kepada warga yang terdampak banjir di beberapa kecamatan. Hal itu untuk mendukung logistik dapur umum di titik pengungsian, karena akibat banjir tersebut berdampak terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat dan kegiatan pelayanan publik di sejumlah kecamatan yang terimbas banjir.

BPBA mencatat, tingginya intensitas curah hujan sejak 16 hingga 17 November 2018 lalu di wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara menyebabkan banjir di pemukiman warga berdampak 35 gampong di enam kecamatan di wilayah Aceh Utara, yaitu Kecamatan Samudera, Syamtalira Aron, Matangkuli, Geureudong Pase, Meurah Mulia dan Sawang.

“Sehingga air Sungai (Krueng) Pase meluap akibat jebol tanggul di beberapa lokasi sepanjang Krueng Pase tersebut. Akibat genangan banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 120 centimeter menyebakan terjadinya pengungsian masyarakat di tujuh titik, lokasi pengungsian yakni enam titik di Kecamatan Syamtalira Aron (Gampong Kumbang dan Gampong Blang) dengan jumlah pengungsi 802 Kepala Keluarga (KK) atau 2003 jiwa,” ujar Syahril.

Selain itu, satu titik pengungsian di Kecamatan Samudera yaitu Gampong Mancang, Teupin Ara, Paya Terbang dan Kitoe dengan jumlah pengungsi 598 KK atau 2.275 jiwa.[]