BANDA ACEH – BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh menyambangi berbagai instansi pemerintah maupun swasta dan kelompok masyarakat. Langkah ini untuk memperkuat pemahaman peserta JKN-KIS akan manfaat kontribusi iuran dan manfaat pelayanan kesehatan yang dijamin dalam program JKN-KIS.

Aktivitas tersebut dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan diskusi dengan peserta JKN-KIS. Seperti pada Rabu dan Kamis, 30-31 Agustus 2018, BPJS Kesehatan Banda Aceh  melakukan sosialisasi di hadapan sekitar 40 peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau  lazim dikenal sebagai peserta mandiri.

Pertemuan yang merupakan bagian dari kegiatan “BPJS Kesehatan Goes To Customer” ini menghadirkan narasumber di antaranya Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh serta Direktur Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh. Karena peserta segmen PBPU ini tidak bernaung dalam satu kelompok atau instansi tertentu, maka peserta segmen PBPU diundang untuk hadir dan kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Kahar Muzakar, menyampaikan bahwa peserta segmen PBPU yang menghadiri sosialisasi sebagian di antaranya rutin membayar iuran, meski ada pula yang belum tertib dalam membayar iuran.

“BPJS Kesehatan mengupayakan pelayanan yang terbaik kepada peserta JKN-KIS. Namun tentu perlu kerja sama dari peserta JKN-KIS sendiri untuk memastikan program ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Contoh kecil dengan tertib membayar iuran,” kata Kahar.

Kahar mengungkapkan, seringkali ditemui persoalan tunggakan iuran dari peserta segmen PBPU, salah satu alasannya karena merasa tidak pernah menggunakan manfaat pelayanan kesehatan sehingga enggan membayar iuran.

“Padahal kita tidak pernah tahu kapan manfaat jaminan kesehatan tersebut akan digunakan, karena sakit bisa datang sewaktu-waktu, walaupun kita selalu berupaya menghindarinya dengan menjaga pola hidup sehat dan sebagainya. Selain itu, andaikata memang tidak digunakan sendiri, yakinlah bahwa iuran yang dibayarkan tersebut akan bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan, sehingga sedikitnya kita telah berbuat sesuatu untuk kebaikan orang lain juga,” jelasnya.

Menurut Kahar, sosialisasi ini merupakan ajang silaturahmi yang baik dengan seluruh peserta JKN-KIS, sehingga dapat menerima masukan-masukan untuk kebaikan pelaksanaan program JKN-KIS ke depannya. “Seluruh peserta JKN-KIS dapat menggunakan berbagai kanal layanan yang tersedia untuk mengkomunikasikan berbagai kendala yang mungkin ditemui. Dapat mendatangi kantor cabang terdekat, menghubungi Call Center 1500400 atau melalui aplikasi Mobile JKN,” katanya.[](*)