BANDA ACEH – Sabang merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki potensi sangat luar biasa, baik dari sektor ekonomi maupun pariwisata. Dalam mengembangkan kawasan ini, Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebagai pengelola dan pengembang kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang, memiliki beberapa peluang investasi yang bakal menjadi kejutan bagi kalangan pebisnis dan dunia usaha, semua itu untuk membangun dan menghidupkan Sabang.

Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Iskandar Zulkarnain, mengatakan dalam mengembangkan kawasan Sabang, pihaknya saat ini berkolaborasi dengan PT. Krakatau Bandar Samudera dalam mengerjakan layanan bunkering, marine services, terminal logistik, dan scrapping kapal di pelabuhan Teluk Sabang.

Dalam perencanaannya, ungkap Iskandar, pembangunan di pelabuhan teluk Sabang ini terdiri dari dua terminal, yaitu peti kemas sebanyak dua unit dengan kapasitas 2,4 m, TEUs dan terminal serbaguna satu unit untuk kapal cargo umum dan bersifat konvensional atau kapal serbaguna hingga 20.000 DWT.

“Ini akan dikembangkan sebagai pelabuhan hubungan Internasional. Diharapkan dapat melayani kapal peti kemas berukuran 10.000 TEUs, untuk menjadi pintu masuk arus logistik ke wilayah Indonesia Barat,” harap Iskandar, dalam pernyataannya, Senin, 29 November 2021.

Dari sektor wisata, Iskandar menyampaikan untuk mengoperasikan Yacht Marine di Pulau Klah, pihak BPKS telah menyepakati kerja sama pengembangan dengan Marine Development Industries, Ltd.

Menurutnya, kawasan ini sangat ideal bagi para yachter karena dinilai dekat dengan marine dan kapal pesiar lainnya (Langkawi dan Phuket), sehingga sangat memungkinkan para yachter untuk berlayar dengan nyaman.

“Marine internasional ini akan memiliki 65 tempat berlabuh beton terapung, termasuk dua tempat berlabuh untuk kapal pesiar mega hingga 130 kaki,” kata Iskandar.

Namun, untuk mendukung ekosistem tersebut, salah satu industri paling dibutuhkan yaitu resort yang terhubung dengan yacht marine, di samping itu juga dapat digunakan oleh pengunjung wisata lainnya.

Iskandar menyebutkan ada beberapa alasan berinvestasi resort di Pulau Klah, di antaranya dengan masa konsesi jangka panjang, keuntungan finansialnya menempati peringkat tinggi di antara alasan investasi, “untuk mengurangi depresiasi real estate hotel membuat efisiensi pajak menjadi alasan penting untuk investasi hotel,” tambahnya.

Tak sampai di situ, dalam mengembangkan Sabang, BPKS juga sedang melakukan pembangunan resort Lhok Weng di sepanjang taman wisata bahari konservas, tepatnya berada di dekat Gapang Resort dan Iboih, yang terintegrasi dengan Pantai Gapang dengan luas 175 hektare.

Alasan membangun resort di kawasan Lhok Weng, ungkap Iskandar, BPKS menilai beberapa dive spot dan dive center dapat dicapai dalam waktu 15 menit, juga terintegrasi dengan rencana pengembangan lainnya seperti yacht marine di Pulau Klah, golf, resort di Bango, adventure resort di Gua Sarang, diving area di Pulau Rubiah, serta kawasan wisata monumen Nol Kilometer Indonesia.

****

Deputi Komersial dan Investasi BPKS Sabang, Erwanto, mengatakan Kementerian Maritim dan Investasi memfasilitasi pembangunan pelabuhan teluk Sabang CT-3 dan CT-1 agar berfungsi dengan baik.

Sebelumnya, kata Erwanto, saat Basilio Dias Araujo melakukan kunjungan, ia juga mengusulkan agar Sabang menjadi emergency call port. Emergency call port yang dimaksud misalnya ada kapal di tengah laut yang kru-nya sakit atau kapal mengalami kerusakan di laut, atau pengisian bahan bakar, bisa bersandar di Sabang.

sabang-bpks2
@Humas BPKS

“Sabang di lintasan Selat Malaka dilintasi lima ribu kapal setiap tahun. Sehingga berpotensi besar untuk Sabang menjadi emergency call port,” ujar Erwanto yang juga mantan wakil bupati Abdya.

Terkait hal ini, Erwanto dan pihak BPKS sepakat dan sudah rapat dengan CIQP. Namun, hingga saat ini belum terealisasi karena beberapa kendala yang harus segera diselesaikan, seperti kesiapan rumah sakit dan tidak adanya ruangan untuk pertolongan di laut.

Terkait cru change atau pertukaran kru, kata Erwanto, biasa terjadi selama enam bulan sekali. Beberapa pelabuhan sudah ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan untuk menjadi pelabuhan pertukaran kru. Namun hingga saat ini Sabang belum termasuk di dalamnya. “Kita berharap Sabang bisa menjadi salah satu pelabuhan pertukaran kru.

Namun untuk bisa cru change harus ada dulu emergency call port,” tutur Erwanto.

Di sisi lain, Erwanto menyebutkan Sabang juga harus menjadi bisnis layanan bunkering. Bisnis ini terbagi dua yaitu inline dan floating storage. Floating Storage tidak memerlukan modal besar, kapal yang butuh bahan bakar. Mereka tidak perlu merapat ke teluk, tapi akan disediakan kapal kecil yang merapat ke kapal yang membutuhkan bahan bakar tersebut.

Dalam hal ini, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah membantu untuk memfasilitasi Pemerintah Aceh melalui BPKS bertemu dengan investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. “Kita tidak punya kriteria khusus untuk investor.

Sebelum bekerjasama dengan para investor, projek yang kita tawarkan harus clear and clean, sudah terhitung BOP, ARL-nya dan lain sebagainya,” tutup Erwanto.

****

Sementara Direktur Promosi dan Kerjasama BPKS, Maya Safira, mengatakan selama ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) terus memberikan dukungan untuk pengembangan investasi Aceh khususnya di Sabang. “Karena Sabang memiliki potensi yang luar biasa, sehingga banyak pihak yang ingin memajukan Sabang.”

Terkait membangun kerja sama dengan Kementerian Marves ini, Maya mengungkapkan BPKS membangun sinergitas dengan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Sabang dan dengan Custom Immigration Quarrantine Port (CIQP).

Selain itu, kerja sama dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Maya menjelaskan mereka akan memfasilitasi, mempromosikan, dan menghubungkan calon investor khususnya dari Uni Emirates Arab (UEA).

“Target investor sesuai analisa kami, ada dua dari negeri jiran dan UEA. Kedua negara tersebut memiliki karakteristik yang sama seperti Aceh yakni negeri syariah,” tutur Maya.

Lanjutnya, BPKS kepada Kementerian BPKM sebelumnya sudah pernah mempresentasikan beberapa prestasi yang diraih oleh Sabang seperti yang terbaru, Lhok Weng masuk ke dalam top 5 projek dari 150 projek yang ditawarkan road to investment Indonesia day. “BPKM sudah memfasilitasi kami untuk melakukan pendekatan dengan calon investor.

Menurut Maya, investasi membutuhkan tahapan yang panjang. BPKS sendiri perlahan-lahan meningkatkan awareness Sabang di tingkat nasional selama kepemimpinan Pak Iskandar.

“Semoga tiga fokus utama kita bisa tercapai, seperti gula bisa masuk kembali ke Sabang, pengelolaan pelabuhan, dan wisata,” tutup Maya.

****

Sementara Director of Commercial and Business Development PT Krakatau Bandar Samudera, Teddy Khairuddin, menyampaikan  dengan adanya kerja sama ini, PT KBS atau Krakatau International Port, dapat memperluas bisnis di sektor kepelabuhanan dan berkontribusi untuk Indonesia tangguh karena Sabang memiliki luas 156,3 km2, merupakan pintu gerbang  di kawasan ujung barat Indonesia dan pintu masuk dalam menggerakan perekonomian nasional.[]adv