JAKARTA — Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) akan memfasilitasi pemulangan jenazah warga asal Bireuen, Teungku Abdi Mukassaf (45). Guru ngaji ini meninggal dunia akibat serangan jantung, di Pondok Pesantren MUDI Mekar Al-Aziziyah Jati Mekar, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 7 Juli 2019, sore.
Kepala BPPA Almuniza Kamal, Minggu malam, mengatakan, pemulangan jenazah almarhum Teungku Abdi Mukassaf akan dilakukan, Senin, 8 Juli 2019, pagi. Rencananya, almarhum akan diterbangkan menggunakan pesawat Batik pukul 07.45 WIB melalui Bandara Soekarnoe Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.
“Insyaallah, kita bantu fasilitasi sepenuhnya biaya pemulangan jenazah Teungku Abdi Mukassaf,” ujar Kepala BPPA, Almuniza Kamal.
Teungku Abdi Mukassaf merupakan menantu dari Al-mukaram Drs. Teungku Marzuki Abdul Ghani (almarhum) akrab disapa Waled Marzuki, pendiri Pondok Pesantren MUDI Mekar Al-Aziziyah Jati Mekar, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Jenazah almarhum besok (Senin) pagi akan dipulangkan ke Bireuen. Sesampainya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh, nantinya almarhun akan dijemput oleh Dinas Sosial Aceh, dan jenazahnya akan diantar langsung ke rumah duka di Bireuen,” ujarnya.
Almuniza menjelaskan, almarhum merupakan guru ngaji di Pondok Pesantren MUDI Mekar Al-Aziziyah Jati Mekar, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemulangan jenazah almarhum juga atas permintaan pengurus pondok pesantren tersebut.
Salah satu murid almarhum, Teungku Sirajuddin Lamlo mengatakan gurunya tersebut baru saja beberapa hari di Jakarta. Rencananya, Sabtu, 6 Juli 2019 kemarin beliau akan kembali ke Aceh namun takdir berkata lain.
“Almarhum selama ini tidak mengalami sakit bahkan menjelang beliau meninggal.” ungkap alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga itu.[](*)