LHOKSUKON – Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah yang bermarkas di Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, diwajibkan melaksanakan shalat Subuh berjamaah bersama masyarakat di masjid-masjid sekitar lingkungan satuan tersebut. Kegiatan rutin yang sudah berlangsung sejak 2017 itu diberi nama ‘Manunggal Subuh’.

Hal itu dikatakan Komandan Brigif 25/Siwah, Kolonel Inf. Asep Sukarna saat ditemui portalsatu.com/, Selasa, 20 November 2018 sore. Menurut Asep, kegiatan manunggal Subuh sudah masuk dalam kegiatan rutin dan merupakan perintah yang harus ditaati dan dipatuhi prajurit di kesatuan Brigif 25/Siwah. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu cara bersosialisasi dan silaturahmi dengan masyarakat.

“Sejak Brigif diresmikan 28 Desember 2017 lalu, kita mewajibkan 10 anggota dipimpin satu perwira untuk shalat Subuh berjamaah ke masjid yang ada di lingkungan desa (gampong). Mereka kita pencar ke Masjid Gampong Blang Aman, Matang Ubi, dan Cot U Sibak. Namun, karena jarak lumayan jauh, apalagi dengan kondisi hujan saat ini, jadi kita fokuskan di desa terdekat, Blang Aman,” ujar Asep Sukarna.

Asep menyebutkan, tujuan dari kegiatan itu sudah jelas, yaitu melaksanakan kegiatan agama, hubungan manusia dengan Allah dan juga hubungan manusia dengan sesama manusia ‘hablum minannas’. “Di sini masjidnya kangede-gede, jadi kita ingin jamaahnya ramai. Selain melaksanaan shalat subuh di dalam Brigif yang juga sudah ada masjidnya, kita juga lakukan di luar bersama masyarakat. Ini juga sebuah ajakan, mari sama-sama kita memakmurkan masjid,” ucap Asep.

Menurut Asep, Manunggal Subuh juga sebuah upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan prajurit kepada Allah SWT. Sebuah motivasi pelaksanaan kegiatan keagamaan, namun dalam bentuk perintah.

“Namanya iman manusia, terkadang juga ada yang lemah. Di saat dia (prajurit) kurang baik untuk agamanya, maka kita berikan motivasi. Apalagi ini kita jadwalkan. Jika sudah dijadwalkan dan masuk dalam kegiatan dinas, maka itu wajib dilakukan anggota. Kegiatan sehari-hari saja wajib, apalagi ini sudah perintah. Walaupun memang di dalam agama tidak ada paksaan, namun jika itu sudah masuk dalam kegiatan satuan, maka wajib dilakukan. Sebagai prajurit harus taat dan patuh pada perintah. Alhamdulillah, sekarang kesadaran mereka sudah lebih baik,” pungkas Kolonel Inf. Asep Sukarna.[]