BLANGKEJEREN – Festival Seni Budaya Gayo berhadiah kurang lebih Rp 80 juta dari dana Otsus mulai digelar Dinas Pariwisata Gayo Lues di depan Balai Musara Blangkejeren, acara kesenian dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 RI itu resmi dibuka Wakil Bupati H. Said Sani bersama Forkopimda dan Kepala Dinas, Badan dan Kantor.
Irsan Firdaus Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues saat menyampaikan laporan panitua, Rabu, 10 Agustus 2022, mengatakan Festival Seni Budaya Gayo rutin dilaksanakan setiap tahum, namun belakangan ini tidak ada digelar lantaran pandemi covid-19.
“Festival ini akan berlangsung selama enam hari, dengan enam kompetisi, diantaranya Tari Saman berhadiah total Rp 20 juta diikuti 17 klub, Bines berhadiah total Rp 20 juta diikuti 17 Klub, Nesek berhadiah total 10 juta diikuti 10 peserta, Pongot berhadiah Rp 7 juta diikuti 17 peseta, Didong Nalo berhadiah Rp 10,5 juta diikuti 8 klub, dan Melengkan berhadiah Rp 7 juta diikuti 16 peserta,” katanya.
Sementara Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani saat membuka Festival Budaya Gayo itu, mengatakan masyarakat Gayo Lues harus berbangga karena warisan seni budaya leluhur Gayo telah diakui menjadi kebanggaan masyarakat dunia, di mana hal ini dibuktikan dengan keberadaan tari saman sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang diakui Unesco tahun 2013 lalu.
“Demikian juga Tari Bines yang telah dijadikan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 20 Oktober 2015 yang lalu,” kata Said Sani bahwa semua itu merupakan anugrah.
Said Sani juga berharap agar di samping Festival Seni Budaya Gayo itu bertujuan memeriahkan HUT RI ke-77, juga dapat menjadi media untuk membangun animo generasi muda dalam menggali, mengenali dan memahami nilai-nilai budaya tradisi Gayo Lues.
“Bukan Sebujang (bujang) Gayo kalau tidak bisa memainkan Tari Saman, dan bukan seberu (Gadis) Gayo kalau tidak bisa memainkan Tari Bines,” katanya saat menutup pidatonya. []




