BANDA ACEH – Beberapa judul buku karya tulis dari penulis Aceh bisa dijual di Gramedia Banda Aceh, demikian dikatakan Sales Supertendent Gramedia Aceh Dani, pada Sabtu, 23 Juni 2018.

Berdasarkan pengakuan Dani, buku-buku Aceh yang masuk ke Gramedia melalui pemeriksaan yang berketentuan tidak mengandung unsur SARA.

“Buku-buku tentang Aceh yang telah ada pada kami, ada beberapa jilid Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Ph. D, dan karya-karya dari penulis lainnya,” kata Dani.

Dani mengatakakan perusahaan swasta yang bertaraf nasional itu, mulai beropersasi di seputaran Jalan Panglima Teuku Nyak Makam, Banda Aceh, sejak 20 Desember 2017 dan untuk menjalankan bisnis berbasis pengetahuan tersebut pihak perusahaan harus mempekerjakan 96 orang karyawan yang terdiri dari belasan laki-laki, dan selebihnya adalah karyawan perempuan.

“Dalam sehari, pengunjung yang berbelanja di Gramedia terhitung rata-rata di atas 500 orang dari berbagai usia,” kata Dani.

Berdasarkan keterangan Dani, Gramedia Banda Aceh, selain menjual ribuan yang terdiri dari buku-buku agama dan umum, juga menjual perlengkapan alat sekolah, juga menjual alat-alat fitness, dan alat-alat musik.

Kehadiran Gramedia yang menyediakan beragam jenis buku itu, berdampak pada gerak laju toko-toko buku kecil yang telah aktif sejak belasan tahun lalu di seputaran Kota Banda Aceh.

Hal itu seperti dialami salah satu toko buku kecil yang ada di wilayah Kota Banda Aceh yang ditemui portasatu.com. Penjual tersebut mengatakan, perlahan ia merasakan efeknya. Kini penjualannya menurun dibandingkan sebelum Gramedia hadir.

“Dahulu sebelum Gramedia hadir, kami menerima banyak pesanan buku tentang menghadapi Ujian Nasional. Namun sekarang mulai berkurang, dan buku yang bersifat tahunan tersebut, jika tidak terjual pedangan akan rugi,” kata seorang pedagang buku di seputaran wilayah Kota Banda Aceh.[]

Penulis/foto:Jamaluddin