BLANGKEJEREN – Perum Bulog resmi memulai kegiatan serap perdana jagung dari petani lokal di Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini dilaksanakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan, khususnya jagung sekaligus memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Launching serap perdana tersebut berlangsung pada Rabu, 23 Juli 2025, di Gudang Bulog Gayo Lues yang dihadiri berbagai instansi terkait. Turut hadir Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Kutacane, Fahmi Hafiza Siregar, Kabid Tanam Pangan Dinas Pertanian Gayo Lues, Idar, S.P., Kabag SDM Polres Gayo Lues, AKP Jonnedy Beruh, Kasatreskrim Iptu Muhammad Abidinsyah, S.H., M.H., Kasatintelkam Iptu Jun Andri Syahputra, S.H., Kasatbinmas Iptu Masjidul Hak, dan Kepala Gudang Bulog Gayo Lues Jumaidi.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam sektor komoditas jagung yang berperan vital dalam rantai pasokan pakan nasional.

“Melalui program ini, kita bukan hanya membantu petani agar hasil panennya terserap dengan harga wajar, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan jagung nasional,” ujar Hyrowo.

Pimpinan Perum Bulog Kutacane, Fahmi Hafiza Siregar, menjelaskan program serap jagung ini tindak lanjut dari Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 18 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Pokok Produksi Jagung. Dalam surat tersebut, Bulog mendapat penugasan resmi untuk menyerap jagung petani guna memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Adapun Harga Pokok Penjual (HPP) jagung yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional adalah Jagung dengan kadar air 18–20% dibeli dengan harga Rp5.500 per kilogram, jagung dengan kadar air 14% dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram.

“Kami harap kebijakan ini dapat memberikan kepastian harga bagi petani serta menjamin pasokan jagung nasional, khususnya untuk sektor peternakan,” jelas Fahmi.

Kabid Tanaman Pangan, Idar, menyambut positif program ini. Ia berharap keterlibatan aktif Bulog dalam menyerap hasil panen petani bisa menjadi solusi dalam menstabilkan harga di tingkat produsen sekaligus mendorong produktivitas pertanian jagung di daerah tersebut.

Dengan diluncurkannya program serap jagung perdana ini, Perum Bulog bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum berkomitmen mendukung penuh ketahanan pangan nasional melalui penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).[]