BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd, M Si.,hadir dalam pembukaan Pekan Nasional Petani-Nelayan XVI PENAS 2026 yang berlangsung di Kompleks Sempurna, Kota Gorontalo, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ribuan petani, nelayan, dan penyuluh dari 38 provinsi hadir dalam hajatan pertanian terbesar dua tahunan ini.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa bidang pertanian menjadi prioritas utama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani adalah fondasi kedaulatan bangsa. Pemerintah pusat akan terus memperkuat dukungan anggaran, teknologi, dan akses pasar bagi petani di seluruh Indonesia,” ujar Wapres Gibran dalam sambutannya.

Sementara itu, di berbagai kesempatan selama rangkaian kegiatan PENAS, Bupati Gayo Lues konsisten menyampaikan bahwa pengembangan kopi dan kakao harus menjadi prioritas nasional. Menurutnya, kultur tanah dan iklim dataran tinggi Aceh, khususnya Kabupaten Gayo Lues, memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.

”Kita memang prioritas utamanya adalah kopi. Alhamdulillah itu sudah berjalan dengan baik. Pengembangan kopi menjadi isu strategis nasional pada acara PENAS tahun 2026. Ini momentum yang tepat untuk mengangkat suara petani kopi dari daerah,” kata Bupati Gayo Lues.

Bupati juga menyoroti potensi kakao di wilayah Gayo Lues yang mulai dikembangkan 3 tahun terakhir. “Kakao dan kopi bisa jadi pasangan komoditas strategis. Tanahnya cocok, pasarnya ada. Yang kurang hanya dukungan infrastruktur dan pelatihan pascapanen,” tambahnya.

Di ajang PENAS, Pemkab Gayo Lues membawa sampel Kopi Gayo Arabika dan cokelat artisan berbahan kakao lokal untuk dipamerkan di Anjungan Aceh. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang kerja sama langsung dengan buyer nasional dan internasional yang hadir.

Dengan diangkatnya kopi sebagai isu strategis nasional, Bupati berharap ada penguatan anggaran, program peremajaan kebun, dan dukungan hilirisasi dari pemerintah pusat. “Kalau hilirisasi jalan, petani tidak lagi hanya jadi penjual biji mentah. Nilai tambahnya tinggal di desa,” tutupnya.

Dalam Kegiatan Penas Tersebut Bupati Gayo Lues Di Dampingi Oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues, Ir. Abdul Hakim, Kabid Perkebunan Ridwansyah, S.P., serta para penyuluh dan rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues.[]