BLANGKEJEREN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gayo Lues menggelar konsultasi publik Amdal Bandar Udara Blangkekejeren, kegiatan itu berlangsung di Aula Setdakab Gayo Lues, Rabu, 1 Juni 2026.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gayo Lues Rabusin, mengatakan tujuan dari konsultasi publik Amdal Bandar Udara Blangkekejeren ini adalah untuk memperoleh informasiinformasi dari masyarakat, memberikan saran, masukan, dan tanggapan dari masyarakat.
“Dalam penyusunan Amdal diwajibkan melibatkan masyarakat, dan konsultasi publik ini melibatkan masyarakat dari desa Penggalangan dan desa Palok,” katanya.
Amdal Bandar Udara Blangkekejeren itu sendiri diajukan oleh Kementrian Perhubungan, yang wacananya akan melakukan pengembangan Bandar Udara tahun 2027 mendatang.
Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd, M.Si., didampinggi Wakil Bupati dan Plt Sekda, mengatakan Pemda Gayo Lues sangat mendukung pengembangan Bandar Udara Blangkekejeren karena sangat banyak manfaatnya, terutama saat banjir bandang akhir tahun 2025 yang lalu.
“Bandar Udara Blangkejeren ini sangat luar biasa manfaatnya, dimana ketika jalan kita semua putus, bantuan masih bisa masuk, dan orang-orang penting dari Pusat juga bisa berkunjung melihat secara langsung,” katanya dihadapan pihak Kementrian Perhubungan.
Baru-baru ini saja kata Bupati, Pemda Gayo Lues kembali mengusulkan penambahan jam terbang dari Dua kali Seminggu menjadi Empat kali Seminggu, dengan begitu, masyarakat bisa sepenuhnya menggunakan jalur udara untuk menuju Banda Aceh dan Medan.
“Salah satu tujuan konsultasi Amdal ini adalah untuk menjaga keselamatan lingkungan, namun kita harus mendukung karena jika menggunakan jalan darat dari Gayo Lues ke Banda Aceh 12 jam dan ke Medan 8 hingga 10 jam. Namun dengan adanya jalur udara, waktu tempuh hanya 1 jam,” ujarnya.
Bupati meminta kepada masyarakat yang hadir agar memberikan masukan yang positif, dan mencari solusi sebelum pengembangan Bandar Udara Blangkejeren mulai dikerjakan.[]





