BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, sudah bertemu dengan perwakilan pengusaha calon pembeli minyak serai wangi asal India di Banda Aceh. Perusahaan asal India itu ingin menjalin kontrak kerja sama dengan harga minyak serai wangi Rp200 ribu per kg dan permintaan pengiriman 60 ton/bulan.

Pernyataan itu disampaikan H. Muhammad Amru, Rabu, 20 Januari 2021, saat diwawancarai portalsatu.com melalui telepon WhatsApp. Bupati Gayo Lues mengaku masih mempertimbangkan permintaan pengusaha asal India itu lantaran masa kontrak yang diminta selama lima tahun.

“Kalau kontraknya hanya satu atau dua tahun mungkin bisa kita penuhi. Tapi kalau sampai lima tahun, takutnya ada perusahaan lain yang membeli di atas harga Rp200 ribu per kg, maka permintaan perusahaan itu tidak bisa terpenuhi. Karena kebun serai wangi inti kita di Gayo Lues tidak ada, semuanya mutlak milik masyarakat,” kata Amru.

Namun, Amru mengaku tidak mengetahui secara pasti nama perusahaan asal India yang ingin mengikat kontrak dengan Perusahaan Daerah Gayo Lues, PT Gayo Lues Mentalu Perkasa. Yang jelas, perwakilan perusahaan asal India itu sudah bertemu dengannya dan mulai ada titik terang.

“Sekarang barang (minyak serai wangi) sudah sulit didapati karena harga terlalu rendah. Idealnya harga Rp200 ribu per kg baru ada lagi gairah petani, karena langka barang. Harga sekarang mulai bergerak naik, lebih-lebih sekarang sudah ada langkah konkret bahwa pengusaha dari India mau bekerja sama dengan BUMD untuk perdagangan serai wangi,” ujar Amru.

Soal harga minyak serai wangi dan wacana kontrak kerja sama dengan perusahaan asal India, Bupati Gayo Lues juga mengaku terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemerintah Aceh. Diharapkan harga minyak serai wangi bisa stabil lagi di tahun 2021 ini.

“Kita akan terus berupaya, karena informasi yang kami terima, harga minyak serai wangi di Singapura mencapai $38 per kg. Apakah harga itu minyak mentah dari masyarakat atau sudah diproses, kita masih menggali informasi juga. Kalau segitu harganya, sudah sewajarnya harga minyak serai wangi Gayo Lues di atas Rp200 ribu per kg,” kata Amru.

Menurut Amru, saat ini petani di Gayo Lues enggan melakukan pemanenan serai wangi karena ada dua faktor. Yaitu, harga terlalu murah yang menyebabkan antara biaya proses panen dengan harga jual tidak sesuai, dan sedang musim hujan. Jika harga normal dan cuaca baik, kata dia, minyak serai wangi yang dihasilkan petani Gayo Lues lebih 60 ton per bulan.[]