IDI RAYEK – Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib siang tadi menggelar pertemuan dengan PT. PLN Ranting Idi. Pertemuan itu membahas terkait pemutusan lampu penerangan jalan umum di sejumlah titik jalan lintas negara yang dilakukan PLN di Aceh Timur belakangan ini.

Dalam pertemuan itu bupati yang akrab disapa Rocky itu mengkritik keras 'ulah' PLN. Menurutnya tindakan itu perlu dievaluasi.

“Pemutusan yang dilakukan PLN terhadap lampu penerangan jalan ini sangat kita sesalkan. Jika  memang Pemkab ada penunggakan coba dulu PLN harus benar- benar mengevaluasi,” katanya, Jumat, 27 Oktober 2016.

Pemutusan LPJU selain membuat rugi masyarakat, kata Rocky itu juga berefek pada terganggunya pengguna jalan sehingga berdampak pada keamanan mereka.

“Mari kita prioritaskan dulu kepentingan masyarakat. Jangan berbicara rugi dulu, jika benar negara merasa rugi maka kerugian itu kita tanggung sama-sama, bukan mengambil keputusan yang asal-asal saja,” kata Rocky.

Di hadapan para perwakilan PT. PLN Aceh Rocky meminta agar segera menghidupkan kembali lampu jalan yang diputuskan.

“Kita minta hari ini seluruh lampu jalan dihidupkan kembali,” ucap Rocky.

Selain itu Rocky juga meminta pihak PLN agar mengevaluasi seluruh petugas PLN yang berada di setiap cabang. Hal ini dinilai penting agar petugas di lapangan tidak semena-mena mengambil keputusan yang bertentangan dengan hukum.

Sementara mewakili PLN Aceh, Rasyid, selaku Bidang Niaga menanggapi baik masukan yang diberikan Bupati Aceh Timur. Pihaknya kata dia akan menghidupkan kembali lampu jalan seperti biasanya sejak hari ini.

“Sesuai kesepakatan kita hari ini dengan Bapak Bupati akan kita hidupkan kembali. Tentu semua masukan ini akan kita evaluasi demi pembangunan Aceh  yang sinergi ke depan,” ucap Rasyid.

Ke depan kata Rasyid pihaknya akan mengupayakan agar program kerja PLN memihak kepada rakyat.[]