ACEH TIMUR – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf bersama Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyerahkan berbagai bantuan sosial kepada korban bencana alam hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur, Senin, 16 Maret 2026.
Bantuan tersebut meliputi santunan ahli waris, jaminan hidup, bantuan isi hunian, serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi masyarakat korban banjir bandang. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis didampingi Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, di Pendopo Bupati Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyalurkan 2.000 paket peralatan rumah tangga kepada Pemkab Aceh Timur untuk korban bencana tersebut.
Adapun bantuan diberikan oleh Kementerian Sosial RI kepada para korban bencana meliputi santunan ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana (diberikan kepada keluarga), jaminan hidup (bagi yang kehilangan sumber penghidupan sementara), bantuan isi hunian (perlengkapan rumah tangga dasar untuk warga yang rumahnya rusak), dan bantuan stimulan sosial ekonomi (untuk membantu masyarakat memulai kembali aktivitas ekonomi pascabencana).
Santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir senilai Rp15 juta per jiwa, jaminan hidup (jadup) Rp450 ribu per kepala keluarga (KK)/bulan selama tiga bulan, isi hunian Rp3 juta per KK, dan bantuan stimulan ekonomi senilai Rp5 juta per KK.
Secara keseluruhan, bantuan Kemensos RI untuk pemulihan korban bencana alam diserahkan kepada Pemkab Aceh Timur sebesar Rp100.975.850.000.
“Penyerahan bantuan ini bagian dari respons cepat pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Timur pada akhir November 2025. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” kata Mensos Saifullah dalam sambutannya, Senin.
Saifullah berharap bantuan atau santunan serta dukungan sosial ekonomi tersebut dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan. Diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Saifullah menegaskan pemerintah melalui berbagai program perlindungan sosial terus berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Selain bantuan langsung, pemerintah juga mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai pihak agar proses rehabilitasi dan pemulihan berjalan lebih cepat.
“Untuk tiga provinsi ini tentunya mendapatkan atensi yang luar biasa, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam rangka menanggulangi bencana yang terjadi. Khusus ketiga daerah ini bahwa Presiden RI membentuk Satuan Tugas Khusus guna mengkoordinasikan seluruh bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah,” ujar Saifullah.
Minta ditransfer ke rekening korban banjir
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan data dampak bencana hidrometeorologi pada 2025 di Aceh Timur, di antaranya jumlah kecamatan terdampak sebanyak 24 kecamatan dan 454 gampong (desa), rumah terendam banjir 81.603 unit, pengungsi 56.332 KK atau 236.822 jiwa, dan korban meninggal dunia 58 jiwa.
Iskandar menambahkan bahwa progres pembangunan hunian sementara (Huntara) di Aceh Timur update per 15 Maret 2026, yaitu jumlah Huntara yang diusulkan 3.084 unit, Huntara sudah siap (selesai) 1.966 unit, Huntara belum siap 1.082 unit.
“Sedangkan penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebanyak 432 KK, yang telah disalurkan 366 KK, dan sisa penyaluran terus berjalan melalui tahap verifikasi serta validasi data,” ujar Iskandar.
“Perlu kami sampaikan bahwa masyarakat berharap berkenan kiranya dana penyaluran stimulan rumah rusak ringan, rusak sedang, yang berjumlah Rp15 juta dan Rp30 juta bisa langsung ditransfer ke rekening masing-masing masyarakat atau korban banjir. Sehingga penggunaannya merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap dana bantuan pemerintah,” ungkap Iskandar.[]






