Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsButuh Rp5 Ribu,...

Butuh Rp5 Ribu, Pelajar Todong Pelajar di Waduk

LHOKSEUMAWE –  Sejumlah pelajar nekat menodong senjata tajam (sajam) jenis pisau terhadap pengunjung lokasi wisata Waduk Pusong-Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Sabtu malam lalu. Aksi tersebut mereka lakukan demi uang Rp5 ribu untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Senin, 11 Januari 2016, para pelajar itu menodong sajam terhadap Andi Rifanda, 17 tahun, seorang pelajar yang sedang bersantai di kawasan waduk tersebut. Akibat tindakan itu, seorang pelajar berinisial A, 16 tahun, kemudian diamankan pihak Polsek Banda Sakti.

Ditemui portalsatu.com di Mapolsek Banda Sakti, A mengakui ia dan temannya melakukan aksi itu lantaran butuh uang Rp5 ribu untuk membeli BBM sepeda motornya. “Pertamanya kami bertiga, sewaktu melakukan penodongan terus datang kawan-kawan lain lebih 20 orang,” ujarnya.

Akan tetapi, A menyebut penodongan sajam itu dilakukan temannya berinisial H dengan meminta uang Rp5 ribu dan mengambil handphone (HP) milik korban. Kata dia, dirinya bersama seorang temannya berinisial M menemani H.

Menurut A, selesai menodong korban, H dan M langsung pergi membawa HP dan sejumlah uang milik korban. Sementara dirinya, kata A, tetap berada di kawasan tersebut dengan teman lainnya.

“Tidak lama kemudian korban datang bersama rekannya. Saya dikeroyok, tidak ada yang bantu. Setelah dikeroyok baru dibawa ke polsek,” ujar A.

Kapolsek Banda Sakti Iptu Ramli Ishak dikonfrimasi portalsatu.com di ruang kerjanya, membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, A masih berstatus pelajar. Karena itu, kata dia, pihaknya akan memanggil orang tua A.

“Nantinya akan kita bicarakan dulu dengan orang tuanya. Kita upayakan penyelesaian secara damai karena dia (A) masih sekolah. Tapi kalau korban tidak mau damai maka akan kita proses lebih lanjut,” kata Ramli.

Kapolsek Ramli menambahkan, pihaknya juga akan mengejar tersangka lainnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka tersebut.[] (idg)

Baca juga: