Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita LhokseumawePolres Lhokseumawe Tangani...

Polres Lhokseumawe Tangani 778 Kasus Kriminal Selama 2022

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe menangani sebanyak 778 kasus kriminal sejak Januari sampai Desember 2022. Terjadi kenaikan sebanyak 113 kasus dibandingkan tahun 2021 berjumlah 665 kasus.

Hal itu disampaikan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, saat konferensi pers akhir tahun di Mapolres, Jumat, 30 Desember 2022.

Henki mengatakan di Satreskrim dari keseluruhan kasus yang terselesaikan tahun 2022 mencapai 66,58 persen dan 33,42 persen dalam proses sidik (penyidikan).

“Kasus-kasus yang menonjol, di antaranya kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Elak Simpang KK, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, menggunakan benda mirip senjata/pistol, tersangka yang diamankan dua orang dan barang bukti satu sepeda motor,” kata Henki.

Selain itu, kasus penipuan dengan kerugian dialami korban Rp2,7 miliar di Desa Simpang Empat, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, dengan memberikan uang investasi kelapa sawit. “Tersangka yang diamankan satu orang,” ucapnya.

Kemudian, kasus perdagangan manusia yakni pengungsi Rohingya dari tempat penampungan. “Tersangka yang diamankan empat orang, BB dua mobil dan lima handphone,” ungkap Henki.

Henki juga menyebut kasus BBM bersubsidi dengan memodifikasi tangki mobil, tersangka diamankan lima orang dengan barang bukti (BB) dua ton Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, tiga mobil dan satu becak.

“Kasus illegal logging di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe yang mengangkut kayu ilegal, tersangka dua orang dengan BB lima ton kayu merbo dan satu mobil
colt warna kuning,” tambah Henki.

Polres Lhoskeumawe juga mengungkap kasus tindak korupsi Dana Desa Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara tahun anggaran 2017, 2018, 2019 dengan kerugian negara Rp.442.756.251. “Tersangka diamankan tiga orang,” ujar Henki.

“Pengungkapan 33 kasus pencabulan dan perkosaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,” tambahnya.

Henki menyebut hasil pengungkapan kasus narkoba pada 2021 sebanyak 73 kasus dengan jumlah tersangka 134 orang, barang bukti jenis narkotika ganja seberat 1450.52 gram, dan sabu 23.867,52 gram. “Tahun 2022 sebanyak 70 kasus dengan tersangka diamankan 107 orang, BB ganja 10.320,31 gram, sabu 51.581,28 gram, dan ekstasi 109 butir,” tuturnya.

Menurut Henki, aspek operasional bidang lalu lintas pada 2022 jumlah laka lantas meningkat 18.43 persen. Sebagai perbandingan pada 2021 jumlah laka lantas (kecelakaan lalu lintas) 146 kasus, di antaranya 75 meninggal dunia, 3 luka berat dan 274 luka ringan. Pada 2022 laka lantas 179 kasus, terdapat 77 korban meninggal dunia, satu luka berat, dan 382 luka ringan.

Henki menyampaikan banyak kegiatan lainnnya yang dilakukan baik program pendamping, pembinaan, berupa bakti sosial seperti donor darah, pengobatan gratis, dan mengunjungi para ulama. “Semua itu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan bersama tim,” ucapnya.

“Kita dari Polri dan TNI maupun para stakeholder lainnya terus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Namun, kami juga memahami bahwa pada 2022 belum maksimal dalam memberikan edukasi maupun hal-hal lainnya, tapi kita berharap semoga pada tahun 2023 bisa semakin baik dan berdampak yang positif kepada kami dalam melayani masyarakat yang lebih maksimal lagi,” pungkas Henki Ismanto.[]

Baca juga: