Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsCalifornia Bebaskan Penjualan...

California Bebaskan Penjualan Ganja Sejak 1 Januari

Di Amerika Serikat, antrean tampak di banyak apotik dan toko obat bagi mereka yang hendak membeli ganja di negara bagian California, karena sekarang ganja dinyatakan boleh dijual bebas.

California mengikuti jejak beberapa negara bagian lain di sana yang membolehkan ganja digunakan dalam jumlah terbatas. Padahal pemerintah Federal Amerika Serikat masih menggolongkannya sebagai bahan terlarang seperti halnya heroin dan LSD.

Di tahun 2016, California meloloskan aturan dimana penduduk yang berusia di atas 21 tahun boleh menanam, memiliki atau menggunakan ganja dalam jumlah terbatas. Namun peraturan boleh menjual ganja baru mulai berlaku 1 Januari 2018.

Menanam dan menjual ganja untuk pengobatan sudah dinyatakan legal di California sejak tahun 1996.

Pasar ganja di negara California yang merupakan kawasan dengan perekonomian terbesar keenam di dunia tersebut diperkirakan bernilai beberapa miliar dolar setahun dan diperkirakan akan menyumbangkan pajak senilai $US 1 miliar.

Jeff Deakin, 66, istrinya Mary dan anjing mereka sudah antre sejak malam hari, dan merupakan yang pertama dari sekitar 100 orang yang mengantre di sebuah toko obat di Oakland ketika toko tersebut buka jam 6 pagi.

Toko tersebut menjual satu lintingan ganja $US 1 dolar dan sebuah kaos bertuliskan “Flower to the People — Cannabis for All”.

“Sudah lama sekali sejak yang lain dan saya sendiri bisa mengunjungi satu tempat dimana kita merasa aman dan nyaman untuk mendapatkan sesuatu yang bagus tanpa harus ke tempat di lorong gelap.” kata Deakin.

Asosiasi Kepala Polisi California yang menentang pemungutan suara di tahun 2016 tetap mengkhawatirkan para penggunna kendaraan yang akan dibawa pengaruh ganja, dan risiko ganja bagi anak-anak muda, dan keharusan melakukan pengawasan terhadap penggunaan ganja, selain juga masalah pasar gelap.

“Akan ada biaya kesehatan umum dan keamanan publik dalam menerapkan peraturan ini.” kata Jonathan Feldman, penasihat hukum para kepala polisi tersebut. “Masih harus dilihat bagaimana ini sebenarnya akan terjadi.”

Di tahun 2016, di California produksi ganja di sana adalah 6 juta kilogram dan 80 persen di antaranya dikirim secara ilegal keluar dari sana, menurut laporan yang dibuat oleh ERA Economics, sebuah lembaga konsultan pertanian dan lingkungan.

Sisanya yang 20 persen, hanya seperempatnya yang dijual secara sah untuk maksud pengobatan.

Pasar gelap ini diperkirakan akan terus membesar, khususnya karena pajak dan juga biaya untuk menanam ganja ini bisa mencapai 70 persen.

Di Australia, debat mengenai penggunaan ganja masih sekitar penggunaannya untuk obat, khususnya bagi mereka yang mengalami penyakit dan dekat dengan ajal.

Tahun lalu, pemerintah Federal Australia meloloskan UU yang mengizinkan ganja ditanam untuk pengobatan, dan kegiatan ilmiah lainnya.[] Sumber: jpnn.com

Baca juga: