SIGLI – Sejumlah anggota Komisi I DPRK Pidie dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik. Pasalnya, mereka menggelar pertemuan dengan lima calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie beberapa jam sebelum pleno penentuan calon terpilih hasil uji kelayakan dan kepatutan.

Laporan dugaan terjadi persengkokolan melawan hukum diserahkan salah seorang calon komisioner KIP Pidie, Sri Wahyuzha, kepada Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, Rabu, 2 Agustus 2023, di ruang kerja ketua dewan itu.

Wahyuzha juga menyerahkan bukti rekaman CCTV aktivitas para anggota Komisi I DPRK bersama lima calon anggota KIP Pidie di lokasi kuburan seorang ulama Tgk. Chik Dipasi, Gampong Ie Leubue, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie,
Senin, 31 Juli 2023.

Wahyuzha menduga pertemuan tersebut sebagai bentuk mufakat kerja sama untuk meloloskan para calon yang ikut dalam pertemuan. Pasalnya, pertemuan sesuai rekaman CCTV dilaksanakan sekira pukul 09:41 WIB. Sementara rapat pleno pemilihan anggota KIP digelar pukul 12:00 WIB.

"Pagi digelar pertemuan di Kompleks Kuburan Tgk. Chik Dipasi, siang sekira pukul 12:00 WIB, digelar rapat pemilihan anggota KIP. Buktinya, lima calon KIP yang ikut pertemuan terpilih sebagai anggota KIP periode 2023-2028," ungkap Wahyuzha.

Wahyuzha meminta pimpinan DPRK Pidie menindaklanjuti laporan dan bukti yang diserahkan itu. Menurut dia, anggota dewan yang terlibat itu dapat diproses secara hukum karena mereka sudah melawan ketentuan hukum.

"Kita juga meminta pimpinan dewan untuk segera melakukan pemilihan ulang calon anggota KIP Pidie dan mencoret nama calon terpilih karena ikut terlibat dalam pemufakatan melawan hukum," kata Wahyuzha sembari meminta tahapan pengusulan anggota KIP dari Komisi I untuk ditunda.

Wahyuzha menyebut nama-nama anggota Komisi I yang ikut dalam pertemuan di Kompleks Tgk. Chik Dipasi, yakni Muhammad Saleh, Nasrul Syam, Muhibuddin, Muhammad Nur dan T. Saifullah.

Hasil penulusan portalsatu.com/ ke lokasi makam Tgk. Chik Dipasi, memang ada kedatangan sejumlah anggota DPRK Pidie ke kompleks kuburan itu, 31 Juli 2023 pagi.

Hal itu dikatakan penjaga makam ulama kharismatik Aceh Tgk. Chik Dipasi, Tgk. Muhammad Harun, kepada portalsatu.com/, Rabu, 2 Agustus 2023. Dia tidak tahu apa tujuan anggota dewan datang ke tempat tersebut. Karena menurut Harun, biasanya penziarah memberitahukan kepada dirinya maksud dan tujuan datang ke keburan.

"Saya kenal beberapa orang adalah ketua partai. Mereka datang dengan mengendarai beberapa mobil. Tidak tahu tujuannya apa mereka datang," jelas Tgk. Harun.

Begitu memarkir mobil, lanjut Harun, mereka langsung menuju pondok dan menggelar pertemuan. Dirinya juga tidak tahu apa yang mereka bicarakan.[](Zamahsari)