Rasulullah begitu memuliakan seorang ibu. Saat ibunya sakit, beliau ikut merawat dan menjaganya. Bahkan begitu mulianya ibu, beliau menyebut pahala berbakti kepada Ibu setara dengan pahala jihad. Apa saja yang dilakukannya?
Di dalam sebuah hadis Bukhari dikisahkan bahwa “Suatu hari ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah. Sahabat itu berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Nabi menjawab, 'Ibumu.”
Lantas sahabat tersebut bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Saw menjawab lagi, 'Ibumu!' 'Kemudian siapa lagi tanya sahabat itu lagi. Rasulullah tetap jawaban semula, 'Ibumu'. Untuk keempat kalinya sahabat itu bertanya dengan pertanyaan yang sama, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Kemudian ayahmu'.”
Suatu ketika, seorang sahabat bernama Muawiyah bin Jahimah pernah datang kepada Rasul dan berkata, “Ya Rasulullah aku ingin ikut jihad (perang) dan aku datang kepadamu untuk meminta saran“. Rasulullah pun bertanya, “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” “Ya, masih,” Jawabnya. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya“.
Baca selengkapnya di sini


