BANDA ACEH – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendukung langkah transparansi dalam tata kelola pembangunan rumah duafa oleh Pj. Gubernur Aceh saat ini, yang mulai membuka ke publik daftar penerima rumah tahun 2025.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami, karena sebelumnya daftar penerima rumah duafa sulit diakses baik secara data dan informasi, sehingga banyak pembangunan rumah duafa tidak tepat sasaran. Selain itu, pembangunan rumah yang berkualitas rendah dan penyimpangan terjadi (akibat tata kelola yang tidak transparan),” kata Koordinator MaTA, Alfian dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Jumat, 10 Januari 2025.
Menurut Alfian, verifikasi lapangan yang sedang dilakukan oleh Pj. Gubernur Aceh saat ini di kabupaten/kota menjadi praktik baik yang perlu dipertahankan oleh pemimpin Aceh terpilih untuk dijalankan ke depan.
“Dalam catatan kami, belum ada kebijakan keterbukaan data dan informasi penerima rumah duafa oleh pemimpin sebelumnya di Aceh mau melakukannya. Sehingga kebijakan transparansi (saat ini) terhadap pembangunan rumah duafa perlu dipertahankan, untuk memudahkan mengawasi bagi warga ketika ada penerima yang tidak berhak, dan begitu juga rumah yang tidak berkualitas dibangun menjadi mudah untuk dilaporkan,” ujar Alfian.
Baca juga: Aceh Utara Dapat Bantuan Rumah untuk Warga Miskin 206 Unit Tahun 2025
Menurut Alfian, dengan mengedepankan prinsip transparansi dalam pengelolaan pembangunan rumah duafa maka memudahkan bagi pemerintah ke depan atas kebutuhan rumah yang patut dibangun. Sehingga secara data kebutuhan rumah di Aceh dapat terukur dengan jelas.
“Hari ini Pemerintah Aceh belum mampu mencatat berapa kebutuhan rumah duafa seluruh Aceh, dan berapa jangka waktu yang mau diselesaikan. Maka pendataan menjadi penting, tidak hanya menunggu pengusulan oleh warga yang membutuhkan rumah,” tutur Alfian.
Alfian menilai perlu ada mekanisme pengaduan warga yang kuat dibangun di level Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. Sehingga dapat mencegah pungli, penerima rumah yang tidak berhak, dan apabila ditemukan pembangunan rumah kualitas rendah akan mudah terungkap.
MaTA mendukung penuh praktik baik yang dilakukan oleh Pj. Gubernur saat ini. Diharapkan begitu juga kepada Gubernur Aceh yang baru. “Sehingga harapan rakyat Aceh yang telah lama terabaikan dapat dipulihkan kembali secara nyata dan berkelanjutan,” ucap Alfian.[](red)




