ACEH UTARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kader dalam Gerakan Hidup Bersih dan Sehat untuk penurunan angka stunting. Kegiatan tersebut berlangsung mulai Rabu, 16 Juli sampai Kamis, 31 Juli 2025, di Hotel Lido Graha Lhokseumawe.
Koordinator Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Utara, Ners Susi Marlina, S.Kep., menjelaskan kader yang dipanggil mengikuti kegiatan itu dalam 32 wilayah Puskesmas di Kabupaten Aceh Utara. “Per hari 40 kader Posyandu,” ujarnya, Senin, 21 Juli 2025.
Adapun narasumber kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh Utara, Samsul Bahri, SKM., MKM.
Samsul Bahri menjelaskan tentang hubungan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga dengan stunting.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kader Posyandu di Aceh Utara mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya PHBS di rumah tangga dalam menurunkan angka stunting. Selain itu, menjadi motivasi kader dalam menjalankan tugasnya sebagai kader Posyandu, dan untuk peningkatan pelayanan Posyandu.
Untuk diketahui, PHBS merupakan semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi, sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.
Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat. Manfaat PHBS yang paling utama terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan.
Manfaat PHBS di Rumah Tangga
Menerapkan PHBS di rumah tangga akan menciptakan keluarga sehat dan mampu meminimalisir masalah kesehatan. Manfaat PHBS di rumah tangga antara lain, setiap anggota keluarga mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak mudah terkena penyakit. Rumah tangga sehat mampu meningkatkan produktivitas anggota rumah tangga.
Manfaat PHBS rumah tangga selanjutnya adalah anggota keluarga terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dan anak dapat tumbuh sehat dan tercukupi gizi.
Terdapat beberapa indikator PHBS yang dapat dijadikan acuan untuk mengenali keberhasilan dari praktik PHBS pada tingkatan rumah tangga. Yakni, persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan; pemberian ASI eksklusif; menimbang bayi dan balita secara berkala; cuci tangan dengan sabun dan air bersih.
Lalu, menggunakan air bersih; menggunakan jamban sehat; memberantas jentik nyamuk; konsumsi buah dan sayur; melakukan aktivitas fisik setiap hari; dan tidak merokok di dalam rumah.
Peran Kader
Melansir laman Kemenkes, kader berperan secara aktif sebagai penggerak dan penyebar informasi kesehatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu, mau, dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mewujudkan keluarga dan masyarakat sehat sesuai dengan sosial budaya setempat.
Peran kader kesehatan, antara lain: penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan; menyiapkan/mengkondisikan lapangan untuk intervensi program; penggerak masyarakat untuk berperan serta dalam upaya kesehatan sesuai kewenangannya; penggerak masyarakat agar memanfaatkan UKBM dan pelayanan kesehatan dasar; pengelola UKBM.
Berikutnya, penyebar informasi kesehatan/penyuluh kesehatan kepada masyarakat; pencatat pelaporan kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan; pelapor jika ada kejadian/kasus dalam permasalahan kesehatan setempat pada tenaga kesehatan.
Penggerakan masyarakat oleh kader merupakan upaya memotivasi, membimbing, dan menyuluh masyarakat agar
tahu, mau, dan mampu melaksanakan hidup sehat melalui
UKBM dan Posyandu yang ada serta memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) sesuai dengan kebutuhan keluarga. Sasaran penggerakan masyarakat oleh kader, antara lain: individu, keluarga, dan masyarakat.
Kader berperan sebagai penggerak masyarakat dan penyebar informasi kesehatan dalam hal: peningkatan PHBS; pengamatan terhadap masalah kesehatan di wilayah tempat tinggalnya; upaya penyehatan lingkungan; dan peningkatan kesehatan ibu, bayi, serta balita.[](*)








