ACEH UTARA – Tim Emergency Medical Team (EMT) dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, kembali menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menjangkau Dusun Sarah Raja, Gampong Lubok Pusaka Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Senin, 26 Januari 2026.

Dusun Sarah Raja merupakan salah satu kawasan terisolasi dan sulit diakses akibat keterbatasan sarana transportasi serta kondisi geografis pascabencana.

Sejak awal Desember 2025, EMT Komposit UNS telah menjalankan misi pelayanan kesehatan di Aceh Utara secara berkelanjutan dengan mengirimkan delapan orang Nakes secara bergantian.

Pola rotasi ini dilakukan untuk memastikan kesinambungan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang masih mengalami hambatan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, Tim EMT ini juga berperan dalam membantu proses pemasangan Tenda Kesehatan Reproduksi (Kespro) di Gampong Padang Meuria, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sebagai bagian dari penguatan layanan bagi kelompok rentan.

Tim tersebut kemudian melanjutkan misi ke wilayah terisolir Dusun Sarah Raja, meskipun harus menempuh perjalanan melalui jalur sungai menggunakan perahu dengan keterbatasan logistik yang dapat dibawa.

Pelayanan kesehatan di dusun itu dilaksanakan di balai dusun setempat dengan total 37 sasaran pelayanan yang terdiri dari balita, remaja, dan orang dewasa. Kehadiran tim disambut antusias masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dasar.

Tim EMT UNS terdiri dari tujuh personel multidisiplin, yaitu dua dokter, satu co-assistant (coas), satu perawat, satu asisten apoteker, serta dua personel Tim SAR.

Tim itu dipimpin Koordinator Lapangan, Muhammad Sholihin, S.Ag., M.I.P., dari Badan Koordinator Penanggulangan Bencana UNS.

Muhammad Sholihin, dalam keterangannya, Senin (26/1), menyampaikan misi itu bentuk nyata kehadiran negara dan institusi pendidikan di tengah masyarakat terdampak bencana.

“Perjalanan menuju Dusun Sarah Raja tidak mudah. Jalur sungai menjadi satu-satunya akses, dengan keterbatasan logistik yang dapat kami bawa. Namun, selama masih ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bagi kami,” kata Sholihin.

Sholihin menambahkan, pihaknya melihat antusias masyarakat datang ke meunasah (surau) maupun balai desa untuk berobat, menjadi pengingat bahwa kehadiran EMT sekecil apa pun memiliki arti yang sangat besar bagi mereka.

Plt. Kadis Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, S.K.M., M.Si., megapresiasi atas kontribusi EMT UNS yang telah membantu menjangkau wilayah-wilayah sulit diakses. Kehadiran tim dinilai sangat membantu dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah keterbatasan sarana dan kondisi pascabencana.

“Pemerintah daerah mengapresiasi dedikasi EMT UNS yang telah membantu menjangkau masyarakat di wilayah terisolasi. Dukungan ini sangat berarti bagi upaya pemenuhan layanan kesehatan dasar bagi warga kami,” ujar Abdurrahman.

PIC Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh Utara, dr. Maidar, M.Kes, mengungkapkan, keterlibatan EMT UNS merupakan bagian penting dari sinergi respons kesehatan darurat di daerah.

“Kehadiran EMT UNS sangat mendukung sistem respons kesehatan darurat yang kami koordinasikan melalui HEOC. Sinergi lintas sektor ini memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat, termasuk di wilayah yang sulit diakses,” ucap Maidar.[]