Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsCerita Aksi Bersih...

Cerita Aksi Bersih Mahasiswa Arsitektur Unimal di Burni Telong Hingga Pesan Menjaga Alam

REDELONG – Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Malikussaleh (Himateka Unimal) dan Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan (Komplin) berhasil memungut sampah seberat 27,3 kilogram di gunung Burni Telong, Bener Meriah-Aceh Tengah, dan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir.

Kegiatan Archtrip dan Aksi Bersih di kawasan pegunungan Burni Telong itu dilakukan Himateka Unimal dan Komplin, Ahad, 29 Agustus 2021. “Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Ulang Tahun (Diesnatalis) Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (PAFT Unimal) yang ke-18 tahun,” kata Miftahul Rizki, koordinator aksi, dalam keterangan tertulis dikirim kepada portalsatu.com, Kamis, 2 September 2021.

Menurut Rizki, pihaknya memilih Mt. Burni Telong sebagai lokasi Archtrip dan Aksi Bersih karena diperkirakan kawasan tersebut dipenuhi dengan sampah setelah ramainya pendakian saat momentum peringatan HUT RI, 17 Agustus 2021 lalu.

Kegiatan itu dilaksanakan dengan persiapan matang. Tim Archtrip berangkat dari titik kumpul di depan Kampus Arsitektur Unimal, Lhokseumawe, 28 Agustus, sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah sampai di lokasi pos pendakian, pukul 14.50 WIB, tim istirahat sejenak sambil berkemas dan menyelesaikan registrasi sebelum memulai pendakian.

Selesai registrasi dan shalat Ashar, tim dikumpulkan untuk diberikan arahan serta membaca doa keselamatan dan kemudahan. Pendakian dimulai dari pintu rimba menuju shelter 3 untuk memasang tenda kamping, makan malam, dan beristirahat.

“Pada pukul 03.00 WIB pagi, kami bergegas kembali melanjutkan pendakian menuju puncak. Alhamdulillah, aksi bersih ini dibantu teman-teman komunitas Tafakkur Alam Adventure yang sempat berkenalan, berdiskusi mengenai alam, hingga akrab menjadi teman,” tutur Rizki.

Setelah melewati jalan sangat curam, mereka tiba di atas puncak gunung dengan ketinggian 2624 MDPL pada pukul 08.30 WIB. “Selanjutnya, tim memulai aksi bersih serta menikmati keindahan alam yang menyapa ramah dan tentram,” ujar Rizki.

Usai membersihkan kawasan puncak Burni Telong, mereka turun kembali ke shelter 3 sambil mengutip sampah di area jalur penurunan. “Tim Archtrip berhasil mengumpulkan sejumlah sampah yang didominasi botol air mineral, plastik bekas kopi instan serta plastik- pelastik potongan kecil,” kata Rizki.

“Saat sampai kembali di shelter 3, kami beristirahat sejenak dan mempersiapkan makan siang. Sampah-sampah jenis organik rencananya kami pilah untuk ditanam agar tidak menyulitkan kami untuk membawa sisa sampah anorganik ke pos pendakian dan dibuang ke tempat pembuangan akhir,” tambah Rizki.

Setelah itu, kata Rizki, hujan mengguyur. Namun, mereka tetap membersihkan area kamping dan kawasan shelter sebelum kembali ke pos pendakian. “Setelah menunggu beberapa saat dan hujan tak kunjung reda, kami langsung putuskan untuk membawa semua sampah yang sudah kami kumpulkan turun ke pos pendakian dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir,” ujarnya.

Ketua Himateka Unimal sekaligus pendiri Komplin, Abdurrahman Anizhar, yang ikut dalam Archtrip dan Aksi Bersih tersebut berharap para pendaki serta komunitas hobi mendaki agar ikut menjaga alam dari sampah. Dia mengingatkan jangan membuang sampah sembarangan, termasuk sampah berukuran kecil, karena dapat merusak lingkungan.

“Banyak potongan sampah pelastik kecil yang kami temukan. Sampah ini pasti sengaja dibuang oleh pendaki yang ke sini. Kita harap perilaku ini (membuang sampah sembarangan) tidak menjadi kebiasaan. Pendaki harus lebih peduli dengan kebersihan lingkungan maupun alam, tidak sepele membuang potongan sampah yang berukuran kecil sembarangan,” tegas Anizhar.

Anizhar menyebut kegiatan seperti ini harus sering dilakukan dan menjadi kewajiban atau program kerja komunitas-komunitas hobi pendakian dengan melakukan aksi bersih kawasan pendakian.

Menurut Anizhar, kegiatan Archtrip dan Aksi Bersih tersebut untuk menyambut hari penting Jurusan Arsitektur Unimal sembari rekreasi. “Ini juga bentuk edukasi kepada mahasiswa dan teman-teman komunitas yang ikut andil dalam kegiatan agar lebih peduli dan senang dalam menjaga lingkungan maupun alam,” ujarnya.

“Apapun hobi kita dan kita senang melakukannya, semoga itu menjadi manfaat baik bagi kehidupan,” ucap mahasiswa arsitektur itu.

Anizhar menyatakan Komplin akan terus aktif turun ke lokasi wisata dan tempat-tempat publik untuk menggerakkan masyarakat agar selalu peduli dengan lingkungan sekitar.

Selain memiliki tujuan untuk menyelamatkan lingkungan, Komplin juga bercita-cita membantu alam kembali pulih, bersih, dan sehat. Salah satu caranya melakukan hal kecil terlebih dahulu dan ringan dikerjakan.

“Seperti mengutip sampah yang berserakan dan membuang pada tempatnya, juga mengurangi penggunaan bahan plastik yang tidak dapat terurai dengan cepat, sehingga mungkin dapat menghasilkan dampak yang sangat besar kita rasakan. Pasti ada saatnya kita lihat dan rasakan kedamaian alam yang begitu mulai tentram,” tutur Anizhar.[](ril)

 

Baca juga: