Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaCerita Amin Tentang...

Cerita Amin Tentang Putranya Menjadi Korban Kebakaran Sumur Minyak

“Kejadian itu (Rabu) 02.00 WIB dini hari, tapi saya baru mengetahuinya saat sudah pagi. Saya terkejut. Saya langsung ke rumah sakit untuk menjenguk anak saya,” kata Muhammad Amin, 56 tahun, warga Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, ditemui portalsatu.com, di RSUD dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, Kamis, 26 April 2018, sore.

Putra Muhammad Amin, Safriadi, 25 tahun, salah seorang korban kebakaran sumur minyak di Dusun Bhakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak. Safriadi mengalami luka di punggung, bokong dan lengan kiri. Ia dirawat di Ruang Rawat Bedah RSUD dr. Zubir Mahmud bersama korban lainnya. 

“Saya masih lemah, belum sanggup ingat tentang kejadian itu,” ujar Safriadi yang terbaring di ranjang perawatan, dan dijaga oleh orangtuanya.

Menurut Muhammad Amin, selama ini putranya itu tinggal atau mondok di dayah yang berada di Ranto Panyang Peureulak. Itulah sebabnya, Amin merasa kaget ketika memperoleh kabar bahwa Safriadi pada Rabu pagi sedang dirawat di rumah sakit karena menjadi korban kebakaran sumur minyak.

“Saya tidak paham mengapa dia (Safriadi) ada di lokasi tersebut (lokasi sumur  minyak yang terbakar). Kalau sudah musibah memang begini, dan saya ikhlas serta tetap tabah,” ujar Amin yang merupakan petani.

Amin menjelaskan, jarak lokasi kejadian kebakaran itu dengan rumahnya diperkirakan mencapai 10 kilometer. “Bagaimana suasana di lokasi sumur minyak sebelum peristiwa itu, saya kurang paham, karena jauh dengan rumah saya,” katanya.

Meurut dia, Safriadi tidak terlibat sebagai pekerja atau penggali minyak di lokasi tersebut. “(Peristiwa) ini hanya kebetulan dan musibah bagi keluarga kami,” ujar Amin.

Amin menambahkan, sejauh ini pelayanan di RSUD dr. Zubir Mahmud terhadap korban kebakaran itu sangat baik, dan biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. “Jika belum ada instruksi dari dokter, anak saya tidak dibolehkan pulang, harus menjalani perawatan hingga dinyatakan kondisinya membaik,” katanya.

Sebanyak 27 korban kebakaran sumur minyak itu dirawat di RSUD dr. Zubir Mahmud, Kamis, 26 April 2018. Sebelumnya, 21 korban yang mendapatkan perawatan di RSUD tersebut. Dua korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit tersebut, Rabu.

Petugas Central Opname RSUD dr. Zubir Mahmud, Aulia mengatakan, enam korban sudah dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju Banda Aceh.

“Korban luka parah dirujuk ke RSUD Zainal Abidin, tapi sebagiannya lagi masih dirawat di rumah sakit ini,” kata Aulia kepada portalsatu.com, Kamis sore.[]

Penulis: Muhammad Fazil

Baca juga: